UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Gerakan sosial masyarakat Donggo tahun 1972: kisah dari elite-elite yang terkalahkan / Ridha Rangga R.

Rangga R., Ridha - Nama Orang;

Abstrak
Kata Kunci gerakan sosial masyarakat petani elite desa dan Donggo. Masyarakat Donggo merupakan suatu komunitas masyarakat yang dipercaya sebagai masyarakat asli Bima yang dikenal dengan sebutan dou Donggo (orang Donggo). Masyarakat Donggo mayoritasnya adalah petani. Sebagai masyarakat petani yang umunya cenderung pasif bila dibandingkan dengan golongan masyarakat lainnya ini justru lahir sebuah gerakan sosial pada tahun 1972 menentang dominasi pemerintahan Orde Baru di Bima. Hal-hal ini menarik untuk dikaji lebih mendalam dalam bentuk penelitian ilmiah. Masalah pokok kajian ini adalah Pertama menganalisis latar belakang terjadinya gerakan sosial masyarakat Donggo tahun 1972. Kedua menjelaskan proses jalanya gerakan sosial masyarakat Donggo tahun 1972. Dan Ketiga mendeskripsikan dampak yang ditimbulkan oleh gerakan sosial masyarakat Donggo tahun 1972. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah (history research). Langkah-langkah dalam penelitian sejarah adalah pemilihan topik pengumpulan sumber (heuristik) verifikasi (kritik sejarah/keabsahan sumber) interpretasi (analisis dan sintesis) dan historiografi (penulisan). Hasil pengkajian menunjukkan beberapa hal Pertama latarbelakang sosio-historis masyarakat Donggo yang terkenal pemberani ditambah lagi dengan ikatan solidaritas yang kuat di antara masyarakatnya menyebabkan mereka selalu melakukan aksi perlawanan terhadap segala sesuatu yang menurut mereka tidak adil seperti pada masa rezim Soeharmadji (Orde Baru di Bima) yang cenderung menekan dan tidak adil terhadap masyarakat Donggo. Kedua di bawah pimpinan Abbas Oya B.A. (tokoh intelektual) H. M. Ali Abu Wia (tokoh spiritual) Abdul Majid Bakry (tokoh agama) M. Ali Ta amin dan Jamaludin H. Yasin (politisi muda) pada tanggal 22 Juni 1972 meletuslah gerakan sosial masyarakat Donggo. Dan Ketiga langkah represif pun dilakukan oleh pemerintah dengan menurunkan ABRI ke Donggo masyarakat tidak lepas dari ancaman dan teror para pemimpin gerakan pun ditangkap disiksa dan dipenjara. Masyarakat Donggo pun akhirnya tidak bisa berkutik lagi. Walaupun mungkin bersifat proyek politik namun pembangunan dan perhatian mulai diberikan pemerintah terhadap Donggo. Berdasar hasil pengkajian ini maka penelitian dan penulisan tentang peristiwa-peristiwa dengan skala lokal seperti ini adalah menarik. Sehingga diharapkan pengkajian tentang berbagai peristiwa di tingkat lokal terutama terkait dengan penerapan gaya pemerintahan Orde Baru di berbagai daerah dapat diberikan perhatian lebih. Dengan begitu perbendaharaan tulisan dengan ruang lingkup sejarah lokal di Indonesia dapat lebih diperkaya guna mendukung dan melengkapi sejarah nasional.


Informasi Detail
DDC
Rs 959.8037 RAN g
Prodi
Universitas Negeri Malang. Jurusan Sejarah, 2011.
Deskripsi Fisik
vi, 330 lembar : il., tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
02004/KI/11
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2011
Subjek
1. DONGGO (BIMA) - SEJARAH JAMAN ORDE BARU
Pembimbing
1. WASKITO ; 2. IRAWAN
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik