Skripsi
Pembelajaran persamaan linear satu variabel melalui pembelajaran kooperatif model think-pair-share (TPS) untuk meningkatkan motivasi, hasil belajar dan aspek kooperatif siswa kelas VII-A SMP Negeri 24 Malang / Intan Nurcahayani
Abstrak
Kata Kunci Think Pair Share Motivasi Hasil Belajar Aspek Kooperatif Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bidang studi Matematika SMPN 24 Malang diperoleh informasi bahwa motivasi hasil belajar dan aspek koperatif sebagian besar siswa masih rendah. Proses pembelajaran Matematika di SMPN 24 Malang belum terpusat pada siswa (Student centered). Hal itu karena kelas masih menggunakan metode ceramah tanya jawab atau membahas Lembar Kerja Siswa (LKS) sehingga siswa tidak terlalu aktif dalam pembelajaran dan kurang menimbulkan motivasi dalam diri siswa untuk belajar Matematikaa. Hal tersebut berdampak pada hasil belajar siswa yang menunjukkan bahwa ketuntasan belajar siswa hanya mencapai (67 65%) sehingga ketuntasan belajar secara klasikal (85%) belum bisa dicapai. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi hasil belajar dan aspek kooperatif siswa. Strategi pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pembelajaran kooperatif model Think Pair Share (TPS). Pembelajaran ini memiliki prosedur yang ditetapkan secara eksplisit memberikan siswa waktu lebih banyak untuk berpikir menjawab dan saling membantu sama lain. Saat pertanyaan diajukan ke seluruh siswa setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk memikirkan jawaban dari pertanyaan sebelum dilaporkan kepada kelompoknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi hasil belajar dan aspek kooperatif Matematika siswa kelas VII-A SMPN 24 Malang melalui penerapan pembelajaran kooperatif model TPS. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada tanggal 4 Nopember 2010 sampai dengan tanggal 16 Nopember 2010. Data penelitian berupa motivasi belajar siswa diperoleh melalui observasi selama penelitian dan angket yang diberikan pada setiap akhir siklus data hasil belajar siswa diperoleh melalui tugas individu pada setiap pertemuan dan tes pada setiap akhir siklus sedangkan aspek koperatif siswa diperoleh dari pengamatan oleh kedua observer dan nilai tugas kelompok di setiap pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 10%. Hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan rerata sebesar 11 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal mengalami peningkatan sebesar 11% aspek afektif sebesar 16% dan aspek psikomotorik sebesar 17%. Sedangkan aspek kooperatif mengalami peningkatan sebesar 17%. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model TPS dapat meningkatkan motivasi hasil belajar dan aspek kooperatif Matematika siswa kelas VII-A SMPN 24 Malang sehingga dapat disarankan kepada guru untuk menerapkan pembelajaran kooperatif model TPS pada pokok bahasan yang lain (selain persamaan linear satu variabel). Guru dapat menciptakan suatu variasi pembelajaran seperti menggabungkan pembelajaran kooperatif model TPS atau pembelajaran kooperatif yang lain dengan kegiatan permainan dan penggunaan media visual untuk menghindari perasaan bosan pada siswa. Guru disarankan lebih banyak memberikan reinforcement sehingga siswa akan lebih termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran.