Tugas Akhir
Penerapan model two stay two stray (TSTS) untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran dan pemahaman cerita anak pada siswa kelas V SDN Ngijo 01 Karangploso Malang / Miftachul Ulum
Abstrak
Kata kunci model pembelajaran Two Stay Two Stray aktivitas belajar pemahaman teks cerita pendek pembelajaran SD Hasil observasi terhadap siswa kelas V di SDN Ngijo 01 Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang siswa kurang mampu memahami teks cerita yang disampaikan. Siswa merasa kesulitan dalam mengidengtifikasi unsur-unsur intrinsik dalam cerita seperti tema cerita tokoh cerita beserta karakternya latar cerita alur cerita dan amanat cerita. Hal ini dikarenakan dalam proses pembelajaran guru hanya menggunakan metode ceramah sehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Berdasarkan fakta tersebut peneliti mengadakan penelitian dengan tujuan mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa dan mendiskripsikan peningkatan pemahaman teks cerita pendek siswa kelas V melalui model pembelajaran Two Stay Two Stray pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SDN Ngijo 01 Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) model kolaboratif yaitu kerjasama antara peneliti dengan guru kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray yang dikolaborasikan dengan metode pembelajaran diskusi kelompok mampu meningkatkan aktivitas dan pemahaman tesk cerita rakyat siswa kelas V SDN Ngijo 01. Peningkatan rata-rata aktivitas belajar siswa dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 13 3% peningkatan prosentase ketuntasan belajar kelas yang menunjukkan tingkat pemahaman siswa terhadap teks cerita anak dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 31%. Dari penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray dapat meningkatkan aktivitas dan pemahaman teks cerita pendek siswa kelas V di SDN Ngijo 01 Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Saran kepada guru-guru hendaknya memilih model pembelajaran yang sesuai dan efektif dalam penyampaian materi pelajaran Bahasa Indonesia. Guru dapat menerapkan dan mengembangkan model pembelajaran kooperatif pada pembelajaran Bahasa Indonesia ke dalam kompetensi atau tema-tema yang sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan sekolah masing-masing karena terbukti dengan menerapkan model pembelajaran Two Stay Two Stray dapat meningkatkan aktivitas dan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.