Skripsi
Peningkatan kemampuan fisik motorik anak kelompok B melalui aktivitas bermain memasukkan bola ke dalam ring di TK Negeri Pembina 3 Sukun Malang / Sulastri
Abstrak
Kata Kunci Penerapan Kemampuan fisik motorik Bermain memasukkan bola kedalam ring Latar belakang penelitian ini berawal dari keinginan penulis untuk menguji pengembangan pembelajaran bidang fisik motorik anak dengan rentang usia 5 6 tahun. Kebutuhan perkembangan dimensi motorik kognitif dan kreativitas ini dapat dipuaskan melalui bermain sehingga mampu melakukan koordinasi otak kasar dan berlatih menggunakan kemampuan kognitifnya untuk beraktivitas berjalan merangkak berlari meloncat melompat menendang melempar dan sebagainya. Kemampuan fisik motorik ini merupakan salah satu kemampuan untuk melompat dan melempar bola yang ditentukan jarak dan ketinggian tiang ring. Dari hasil pengujian tersebut hanya 2 anak yang mampu memasukkan bola ke dalam ring dengan tepat dari keseluruhan jumlah populasi sebanyak 19 anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi aktifitas bermain memasukkan bola ke ring untuk meningkatkan kemampuan fisik motorik anak kelompok B di TK Negeri Pembina 3 Sukun Malang. Model PTK yang digunakan dalam peneliti ini adalah model Kurt Lewin yang meliputi perencanaan pelaksanaan dan observasi refleksi (Akbar 2009.) Penelitian dilakukan di TK Negeri Pembina 3 Sukun Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Bermain memasukkan bola ke dalam ring terbukti dapat diterapkan dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan fisik motorik pada anak kelompok B. Standar nilai keberhasilan klasikal dalam penelitian ini ditetapkan minimal 75 % . Artinya kemampuan fisik- motorik anak dinyatakan meningkat jika rata-rata keberhasilan dalam kelas mencapai minimal pada persentase tersebut. Kesimpulan penelitian ini dapat diketahui jika kemampuan anak mengalami peningkatan pada siklus II dari siklus I. Bermain memasukkan bola dengan berdiri skor peningkatan mencapai 98 47% memasukkan bola dengan melompat mencapai 94 72% dan memasukkan bola dengan memantulkan bola satu kali mencapai 84 21 %. Atas dasar temuan penelitian tersebut disarankan kepada guru dan pihak sekolah untuk melakukan pengajaran menggunakan permainan bola yang sangat bermanfaat dalam pengembangan refleksi fisik motorik anak. Kegiatan seyogyanya dikemas secara menarik dan inovatif agar tidak membosankan. Senantiasa memperhatikan setiap gerakan yang dilakukan anak agar aman dan nyaman serta dapat mengasah ketrampilan anak dalam berkompetisi dengan teman dan menguasai arah serta ketepatan melakukan lemparan