Tugas Akhir
Perancangan dan implementasi intrusion detection system (IDS) pada jaringan komputer / Achmad Riyanto
Abstrak
Kata kunci networks IDS (Intrusion Detection System) penyusup. Keamanan jaringan komputer sebagai bagian dari sebuah sistem informasi sangatlah penting untuk menjaga validitas dan integritas data dan menjamin ketersedeian layanan bagi penggunanya. Langkah untuk mencegah terjadinya kejahatan komputer perlu dilakukan pengamanan yang berlapis-lapis pada suatu jaringan komputer seperti firewall yang berfungsi mengatur TCP/IP dan port-port yang mana diizinkan atau tidak untuk melewati jaringan. Intrusion Detection System (IDS) atau Sistem Deteksi Penyusup adalah sistem komputer (bisa merupakan kombinasi software dan hardware) yang berusaha melakukan deteksi penyusupan. IDS akan melakukan pemberitahuan saat mendeteksi sesuatu yang dianggap tindakan illegal. IDS tidak melakukan pencegahan terjadinya penyusupan. Tujuan pembuatan Tugas Akhir ini untuk membuat suatu sistem yang dapat mendeteksi penyusup pada jaringan komputer. Sehingga dengan adanya sistem ini dapat mengamalisis dari suatu lalu-lintas jaringan dan menemukan pola serangan yang dapat mengancam integritas jaringan komputer (networks). Metode perancangan meliputi (1) perancangan perangkat keras (hardware) meliputi instalasi perangkat PC (Personal Comuter) (2) perancangan perangkat lunak (software) meliputi instalasi snort apache MySQL dan BASE (Basic Analysis and Security Engine). Pengimplementasian terhadap jaringan ditempatkan pada jaringan lokal (LAN) yang memiliki traffict jaringan yang cukup tinggi Hasil yang didapat adalah pengecekkan penyusup pada database apakah ada logging file. Khususnya query database yang mengandung alert. Kondisi dari jaringan dapat diketahui dengan mengecek melalui BASE (web based front end) apakah terjadi serangan atau intrusi dari sistem yang tengah dimonitor. Kesimpulan dari pembuatan tugas akhir ini adalah (1) dalam perancangan dan implementasi Intrusion Detection System (IDS) adalah (a) IDS dapat mendeteksi alert dan membuat log pada sistem serta memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi dalam mendeteksi suatu serangan (b) serangan yang terdeteksi mengandung informasi mengenai alamat IP dan port dari penyusup dan (c) analisa output dapat menggunakan BASE untuk menganalisa tampilan berbasis web. (2) Dalam pembuatan Intrusion Detection System (IDS) agar dapat bekerja sesuai dengan yang diharapkan adalah (a) menentukan komponen yang akan dipakai (b) membuat skema penyerangan (c) memodifikasi database rule. (3) Pengujian Intrusion Detection System (IDS) dilakukan berdasarkan serangan yang dilakukan untuk menguji output (alert) apakah sesuai dengan rule yang telah ditentukan.