Skripsi
Penerapan pembelajaran kooperatif melalui permainan balok untuk meningkatkan kemampuan sosial anak di TK Cita Insani Malang / Farida
Abstrak
Kata Kunci pembelajaran kooperatif permainan balok kemampuan sosial taman kanak-kanak Kegiatan pembelajaran pada kelompok B TK Cita Insani Malang masih belum bisa berinteraksi dengan temannya belum dapat bekerjasama mengembalikan mainan pada tempatnya berebut mainan saat digunakan sehingga menimbulkan pertengkaran. Guru memberikan pembelajaran tidak menarik bermain individual dan anak kurang dilibatkan dalam pembelajaran kelompok. Permainan balok merupakan salah satu permainan yang bisa dijadikan pembelajaran kelompok yang mampu meningkatkan kemampuan sosial dan aktivitas belajar anak. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah (1) Bagaimana langkah-langkah penerapan pembelajaran kooperatif melalui permainan balok dapat meningkatkan kemampuan sosial anak di kelompok B TK Cita Insani Malang (2) Apakah penerapan pembelajaran kooperatif melalui permainan balok dapat meningkatkan kemampuan sosial di kelompok B TK Cita Insani Malang (3) Apakah penerapan pembelajaran kooperatif melalui permainan balok dapat meningkatkan aktivitas belajar anak di kelompok B TK Cita Insani Malang . Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus. Setiap tindakan meliputi perencanaan pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah anak-anak di kelompok B TK Cita Insani Malang. Adapun instrumen pada penelitian ini adalah pedoman observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif melalui permainan balok dapat meningkatkan kemampuan sosial dan aktivitas belajar anak. Kemampuan sosial anak pada siklus II ditandai dengan sikap anak untuk bertanggung jawab melakukan kerjasama dan saling membantu semakin baik. Aktivitas belajar anak dengan kompromi dan rasa senang anak dalam bermain juga semakin baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan (1) Guru kelompok B TK Cita Insani Malang untuk menggunakan pembelajaran kooperatif melalui permainan yang lain dalam aktivitas pembelajaran (2) Kepala TK agar digunakan sebagai kebijakan dalam mengatasi masalah di kelompok B pada taman kanak-kanak yang dipimpinnya (3) peneliti lain coba teliti lagi penerapan pembelajaran kooperatif untuk diterapkan kemampuan anak yang lain seperti fisik motorik kognitif dan lain sebagainya.