Tugas Akhir
Peningkatan kemampuan memecahkan masalah pecahan melalui pendekatan realistic mathematic education di kelas IV SDN Grati I Pasuruan / Lilik Nurhayati
Abstrak
Kata kunci memecahkan masalah pecahan matematika Realistic Mathematic Education Berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman selama ini rendahnya hasil belajar matematika siswa disebabkan karena pendekatan metode atau pun strategi tertentu yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran masih bersifat tradisional dan kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan pola pikirnya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Akibatnya kreatifitas dan kemampuan berpikir matematika siswa tidak dapat berkembang secara optimal. Tujuan diadakan penelitian di SDN Grati I Kabupaten Pasuruan antara lain mendeskripsikan proses penerapan pendekatan Realistic Mathematic Education untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah pecahan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa di kelas IV. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Grati I Kec. Grati Kab. Pasuruan dengan jumlah 29 siswa. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dokumentasi dan pengamatan selama pembelajaran berlangsung. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus yang masing-masing siklus terdiri atas 4 kegiatan melalui prosedur (a) perencanaan (b) pelaksanaan tindakan (c) observasi dan (d) refleksi. Analisis data dilakukan setelah pemberian tindakan pada masing-masing siklus yang telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pendekatan Realistic Mathematic Education hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran menyelesaikan permasalahan pecahan dalam matematika dapat ditingkatkan. Hal ini bisa dilihat dari rata-rata skor tes mengalami kenaikan dari 61 8 pada siklus 1 dan naik menjadi 71 8 pada siklus 2. Ketuntasan belajar peserta didik juga mengalami peningkatan. Pada siklus 1 ketuntasannya hanya 31 % dan naik pada siklus 2 menjadi 83 %. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa pembelajaran matematika dengan pendekatan Realistic Mathematic Education dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan aktivitas siswa selama pembelajaran. Hal ini tampak dari peningkatan nilai rata-rata kelas dan ketuntasan klasikal. Adanya variasi guru dalam menyampaikan materi pembelajaran sangat diperlukan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan adanya penerapan pendekatan Realistic Mathematic Education membuat siswa menjadi tertarik dengan pembelajaran dan aktif mengikuti pembelajaran karena siswa merasa bahwa ide atau pendapatnya dalam menyelesaikan permasalahan matematika dihargai.