Tugas Akhir
Detektor pencurian arus listrik pada pelanggan PLN / Anang Dedy Kharisma
Abstrak
Kata Kunci arus listrik pencurian arus sensor arus Sejalan dengan pesatnya pembangunan dan perkembangan industri serta teknologi modern telah mempengaruhi segala aspek sosial budaya kehidupan umat manusia. Semua kemajuan teknologi itu tidak lepas dari ketergantungan akan energi listrik sehingga semakin tinggi pula permintaan energi listrik. Dengan sangat banyaknya jumlah konsumen yang memakai energi listrik tidak jarang konsumen yang melakukan tindakan kecurangan terhadap pemakain energi listrik. Kecurangan yang dilakukan salah satunya adalah memakai energi listrik tanpa melalui prosedur yang berlaku ini dinamakan pencurian arus listrik. Akibat dari terjadinya pencurian arus listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang menjadi penyedia listrik di Indonesia mengalami banyak kerugian. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk membuat detektor pencurian arus listrik. Prinsip kerjanya adalah mempersempit letak terjadinya kecurangan arus listrik dengan cara membaca menjumlahkan dan membandingkan arus listrik yang mengalir ke pelanggan menggunakan software pada mikrokontroler ATMEGA16. Dengan demikian wilayah letak terjadinya pencurian arus listrik dapat segera diketahui. Metode perancangan alat meliputi (a) spesifikasi produk (b) perancangan sistem (c) perancangan tiap blok (Hardware) yang meliputi sensor arus minimum sistem mikrokontroler ATMEGA16 LCD (Liquid Crystal Display) M1632 buzzer (c) perancangan perangkat lunak (Software) pada mikrokontroler dan langkah pengujian. Hasil yang didapatkan adalah detektor pencurian arus listrik. Alat ini dipasang pada Gardu Trafo Tiang (GTT) prinsip kerjanya adalah dengan cara mendeteksi arus yang mengalir ke pelanggan yang kemudian dijumlahkan dan dibandingkan dengan arus yang mengalir dari GTT. Apabila arus yang terdeteksi dari GTT lebih kecil atau sama dengan jumlah arus yang terdeteksi ke pelanggan maka alat ini akan menampilkan kondisi normal sebaliknya apabila arus yang terdeteksi dari GTT lebih besar dari jumlah arus yang terdeteksi ke pelanggan maka alat ini akan menampilkan adanya pencurian serta ada alarm dari buzzer sebagai tanda adanya pencurian arus listrik. Kesimpulan setelah melakukan perancangan pembuatan dan pengujian serta analisis sistem ldquo detektor pencurian arus listrik pada pelanggan PLN rdquo maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut (1) Pada perancangan detektor pencurian arus listrik pada pelanggan PLN menggunakan komponen antara lain sensor arus ACS712-05B dan ACS712-20A mikrokontroler ATMEGA16 LCD M 1632 buzzer push-button serta komponen- komponen pelengkapnya.(2) Pembuatan detektor pencurian arus listrik dimulai dari membuat diagram blok pembuatan mekanik membuat perangkat keras (hardware) membuat perangkat lunak (software) serta menggabungkan antara mekanik perangkat lunak dengan perangkat kerasnya. (3) Pengujian detektor pencurian arus listrik pada pelanggan PLN diawali dari pengujian tiap blok perangkat keras pengujian perangkat lunak serta pengujian alat keseluruhan. Sensor arus yang digunakan dalam alat ini hanya dapat mendeteksi arus AC sesaat sehingga keluaran dari sensor arus ini tidak pasti. Untuk membaca besarnya arus AC yang sesungguhnya agar dapat diolah secara vektor harus ditambahkan dengan rangkaian elektronika tertentu agar dapat diketahui pergeseran sudutnya. Oleh karena itu arus AC yang terdeteksi sensor arus ini belum bisa dijumlahkan sehingga untuk pembuatan detektor pencurian arus listrik ini belum bisa dimanfaatkan pada arus listrik yang mengalir ke pelanggan PLN.