Tugas Akhir
Peningkatan kemampuan membaca pemahaman melalui strategi KWL (Know - Want to know - Learned) pada siswa kelas III MIN Beji Kabupaten Pasuruan / Ucik Nurul Maulidah
Abstrak
Kata Kunci membaca pemahaman Strategi KWL SD. Kemampuan mambaca bagi siswa perlu mendapatkan perhatian serius dari seluruh unsur pendidikan yang ada di sekolah. Khususnya dalam membaca pemahaman. Diketahui bahwa kegiatan pembelajaran membaca di kelas III MIN Beji Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan masih terkategori kurang baik. Hal ini menyebabkan siswa tidak mampu memahami bacaan dengan baik siswa merasa bosan dan kesulitan serta kurang antusias pada kegiatan membaca pemahaman. Masalah yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini adalah Bagaimana strategi KWL dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman bagaimana strategi KWL dapat meningkatkan kemampuan mengungkapkan isi bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi KWL dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman mendeskripsikan strategi KWL dalam meningkatkan kemampuan mengungkapkan isi bacaan Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) secara kolaboratif antara guru kelas III dan peneliti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini ini adalah siswa kelas III MIN Beji Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Dengan jumlah siswa 31 yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Peneliti ini menggunakan lembar observasi pelaksanaan kegiatan wawancara untuk mendapatkan informasi dari terwawancara tes berupa tugas sebagai instrumen pengumpulan data dan dokumen foto untuk mengetahui kegiatan siswa selama melaksanakan kegiatan pembelajaran. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kemampuan membaca siswa kelas III MIN Beji ditunjukkan dari prosentase ketuntasan hasil membaca pemahaman siswa pada setiap siklus mengalami peningkatan. Hasil peningkatan ini terlihat dari hasil membaca pemahaman siswa keaktifan minat dan motivasi pada pada setiap siklus. Pada pra tindakan atau sebelum siklus prosentase kemampuan memahami isi bacaan adalah 22 6%. Pada pembelajaran siklus I pertemuan pertama ketuntasan belajar meningkat menjadi 58 1% dan pertemuan kedua ketuntasan belajar mencapai 67 7%. Pada pembelajaran siklus II secara klasikal mencapai ketuntasan belajar mencapai 93 5%. Sedangkan untuk kemampuan mengungkapkan isi bacaan pada pra tindakan atau sebelum siklus prosentase mengungkapkan isi bacaan adalah 38 7%. Pada pembelajaran siklus I pertemuan pertama ketuntasan belajar meningkat menjadi 54 8% dan pertemuan kedua ketuntasan belajar mencapai 80 6%. Pada pembelajaran siklus II secara klasikal mencapai ketuntasan belajar sebesar 92 8%. Pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan strategi KWL dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut 1) Guru menulis satu topik di papan tulis 2) Siswa menuliskan apa yang diketahuinya tentang topik tersebut pada kolom K (Know) 3) Siswa membuat beberapa pertanyaan tentang apa yang ingin diketahuinya tentang topik tersebut dan menuliskannya pada kolom W (Want to know) 4) Siswa membaca teks 5) Siswa menuliskan tentang apa yang telah dipelajarinya dari membaca teks pada kolom L (Learned). Dari hasil penelitian ini diharapkan siswa mampu meningkatkan kemampuan membaca dalam mata pelajaran bahasa Indenesia khususnya membaca pemahaman. Selain itu harapan dari penelitian ini adalah semoga hasil penelitian ini membantu guru siswa maupun peneliti lain dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia sehingga mutu pendidikan akan terwujud dengan baik.