Tugas Akhir
Penerapan model numbered heads together (NHT) untuk meningkatkan aktifitas kerja kelompok siswa kelas IV pada pembelajaran IPS SDN Manaruwi II Kecamatan Bangil / Ari Fachrudiana
Abstrak
Kata Kunci Aktivitas Kerja Kelompok Model NHT IPS SD Berdasarkan hasil observasi pada pembelajaran IPS di kelas IV SDN Manaruwi II Kec. Bangil ditemukan fakta bahwa banyak siswa yang mengalami kesulitan belajar terutama pada saat kerja kelompok Perolehan nilai pada materi pengajarannya sebesar 59 64. Perolehan hasil aktifitas kerja kelompok sebesar 13 38%. Oleh karena itu pada penelitian ini dicoba diterapkan pembelajaran model NHT. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penerapan model NHT untuk meningkatkan hasil belajar permasalahan sosial di daerahnya mendiskripsikan cara meningkatkan hasil belajar permasalahan sosial di daerahnya mendiskripsikan cara meningkatkan aktifitas kerja kelompok siswa pada permasalahan sosial di daerahnya pada mata pelajaran IPS di SDN Manaruwi II Bangil. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain Penelitian Tindakan Kelas model bersiklus (model Kemmis dan Taggart). Yang terdiri dari dua siklus masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap yang meliputi perencanaan pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Manaruwi II Kec. Bangil sebanyak 28 siswa. Data dikumpulkan dengan metode observasi wawancara dokumentasi dan tes tulis. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi pedoman wawancara catatan lapangan soal evaluasi ( tes tulis ). Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktifitas kerja kelompok dan hasil belajar siswa selama pembelajaran meningkat. Indikasinya banyak siswa mau membaca materi mau bekerja sama mau mengemukakan ide dan mau menjawab pertanyaan yang diajukan. Aktifitas kerja kelompok dari pra tindakan ke siklus I meningkat sebesar 7 13% dari pra tindakan ke siklus II meningkat sebesar 43 8% dari Siklus I ke siklus II meningkat sebesar 36 68% dan hasil belajar siswa dari pra tindakan ke siklus I meningkat 7 14% dari pra tindakan ke siklus II meningkat 13 21% dan dari siklus I ke siklus II meningkat 6 07 % . Disarankan pada pihak sekolah hendaknya memberikan dukungan positif terhadap penyelenggaraan pembelajaran kooperatif model NHT sehingga tercapai tujuan pembelajaran seperti yang diharapkan sedangkan pada penelitian selanjutnya dapat lebih mengembangkan fokus penelitiannya tentang penerapan model NHT untuk mendapatkan temuan lain yang signifikan.