Tugas Akhir
Penerapan metode mengarang terpimpin dengan media film untuk meningkatkan kemampuan mengarang siswa kelas IV SDN Sumbermanjingkulon 01 Pagak / Nur Latifah
Abstrak
Kata Kunci mengarang mengarang terpimpin media film Mengarang merupakan salah satu ketrampilan bercerita dalam bentuk tulisan. Ketrampilan menulis karangan ini merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai khususnya siswa kelas IV SD. Pada penerapan pembelajarannya siswa sering merasa kesulitan dalam mengungkapan imajinasinya dalam bentuk bahasa tulis. Dalam menulis karangan siswa hanya menuliskan empat sampai lima kalimat pendek. Maka diperlukan latihan dan bimbingan lebih lanjut agar siswa dapat memahami langkah-langkah menulis karangan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan penerapan metode mengarang terpimpin untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan siswa kelas IV SDN Sumbermanjingkulon 01 Pagak dan peningkatan kemampuan mengarang dengan metode mengarang terpimpin dengan media film siswa kelas IV SDN Sumbermanjingkulon 01 Pagak. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dekriptif kualitatif. Data penelitian berupa lembar observasi aktifitas siswa dan guru dalam pembelajaran kumpulan portofolio hasil menulis karangan siswa dan lembar wawancara dengan guru dan siswa. Instrument pengumpulan data berupa lembar obserfasi portofolio dan lembar panduan wawancara. Kegiatan analisa data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menyusun karangan siswa mengalami peningkatan setelah dibimbing dengan pola karangan yang sama sesuai dengan pola mengarang terpimpin. Pola mengarang terpimpin menurut Sukadi AM adalah 1) guru memberikan contoh karangan dan membacakannya 2) guru menerangkan contoh karangan 3) siswa membuat karangan dengan judul yang sama. Dengan menggunakan media film mempermudah siswa dalam menuliskan rangkaian cerita atau alur cerita. Siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran karena dalam memberikan bimbingan mengarang guru menggunakan stategi diskusi dengan siswa. Kegiatan pembelajaran lebih menyenangkan hal ini terlihat dari antusias siswa ketika memperhatikan film dan menulisnya dalam bentuk karangan. Siswa juga lebih percaya diri dan mandiri dalam kegiatan pembelajaran.