Tugas Akhir
Penerapan cooperative learning tipe team game tournament untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di SDN Pecalukan V Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan / Muh. Al Murtadho
Abstrak
Kata Kunci IPA SD Team Game Tournament (TGT) Cooperative Learning. Berdasarkanhasilobservasipembelajaran IPA di kelas V SDN Pecalukan V Prigenpadamateripesawat sederhana masih belum optimal.Terbuktidalamhasil ulangan materi pesawat sederhanadari20siswa hanya5siswa yang mendapatkannilaimemenuhiKriteriaKetuntasan Minimal (KKM) yang telahditetapkanyaitunilai 70 sedangkan15 siswa dibawahnilai KKM.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses belajar mengajar dengan model team game tournament (TGT)dalam meningkatkan pembelajaran mendeskripsikan aktivitas siswa serta mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas V SDN PecalukanVPrigenKabupaten Pasuruan. Penelitian dilaksanakan di kelas V SDN Pecalukan V PrigenKabupaten Pasuruan sebanyak dua siklus. Setiap siklus penelitian meliputi kegiatan perencanaan pelaksanaan observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini pada siswa kelas V SDN Pecalukan V sebanyak 20 siswa yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Hasil penelitian penerapan model team game tournament (TGT) ini dapat meningkatkan proses belajarmengajardibuktikandenganpelaksanaanpembelajarandari siklus-1 hingga siklus-2 penerapan model TGTsudahmencapaiseluruhindikator meningkatkanaktivitasbelajarsiswayang pada siklus-1 sebesar 30%menjadi 80% pada siklus-2.Hasilbelajarsiswajugaturutmengalamipeningkatan yang pada siklus-1 nilai rata-rata hasilbelajarsiswaadalah57 9danpada siklus-2 adalah 74mengalamikenaikanskor16 1. Sesuaidenganindikatorkeberhasilan bila telah mencapai skor 70. Berdasarkan temuan diatas dapat disimpulkanbahwa dengan menggunakan model TGTdapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pada pembelajaran IPA dengan materipesawatsederhana.Karenalebihantusias aktifdalammelakukanpermainan dan siswalebihberkompetisidalambelajar.Saran yang bisa disampaikan dengan menggunakan model TGT siswa sangat ramai dalam pembentukan kelompokyang heterogen untukituperlu dibuat peraturan dalam pembelajaran berlangsung.