Skripsi
Analisis kesalahan konsep materi larutan penyangga pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Tumpang tahun pelajaran 2010/2011 / Fahjarul Setya Amarta
Abstrak
Kata kunci analisis kesalahan konsep larutan penyangga. Pengajaran ilmu kimia dimulai dari konsep yang sederhana dan kemudian dibangun suatu konsep yang lebih kompleks. Salah satu tujuan mata pelajaran kimia SMA adalah memahami konsep kimia saling keterkaitan dan penerapan konsep kimia untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi. Materi dalam ilmu kimia memiliki keterkaitan yang erat antara materi yang satu dengan yang lain. Apabila siswa kurang menguasai suatu materi maka akan berdampak pada tingkat pemahaman siswa pada materi selanjutnya. Materi larutan penyangga merupakan materi yang mencakup konsep kesetimbangan kimia asam-basa dan stoikiometri. Banyak penelitian telah menemukan kesalahan konsep pada konsep kesetimbangan kimia asam-basa dan stoikiometri. Oleh karena itu peneliti terdorong untuk melakukan penelitian tentang analisis kesalahan konsep materi larutan penyangga dengan tujuan untuk mendeskripsikan persentase siswa yang mengalami kesalahan konsep tentang materi larutan penyangga berdasarkan konsistensi kesalahan dalam menjawab pilihan jawaban memberikan alasan pemilihan jawaban dan hasil wawancara. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Tumpang tahun pelajaran 2010/2011 yang terdiri dari 4 kelas. Berdasarkan nilai rata-rata kelas diketahui bahwa keempat kelas XI IPA mempunyai nilai rata-rata yang hampir sama sehingga kemampuannya dapat dianggap homogen. Sampel diambil dengan teknik sampling random sederhana yaitu dengan cara undian kelas. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah kelas XI IPA 1 dan XI IPA 3. Instrumen yang digunakan adalah tes objektif berjumlah 27 butir dengan 4 alternatif jawaban dan disertai alasan pemilihan jawaban. Wawancara untuk menentukan konsistensi pemilihan jawaban dan alasan pemilihan jawaban dilakukan pada keseluruhan sampel. Data penelitian dianalisis secara deskriptif. Teknis analisis deskriptif digunakan untuk menentukan jenis-jenis kesalahan konsep dalam materi larutan penyangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) 12 3% siswa mengalami kesalahan konsep tentang deskripsi larutan penyangga (2) 37 5% siswa mengalami kesalahan konsep tentang pH larutan penyangga akibat penambahan sedikit asam penambahan sedikit basa dan pengenceran (3) 14 62% siswa mengalami kesalahan konsep tentang komponen atau komposisi larutan penyangga (4) 41 68% siswa tidak dapat memberikan contoh campuran larutan penyangga (5) 70 26% siswa mengalami kesalahan konsep tentang persamaan reaksi kesetimbangan larutan penyangga (6) 31 49% siswa mengalami kesalahan konsep tentang persamaan reaksi kesetimbangan larutan penyangga setelah penambahan sedikit asam atau basa (7) 25 33% siswa mengalami kesalahan konsep tentang pengaruh penambahan asam atau basa terhadap pergeseran kesetimbangan larutan penyangga (8) 50 8% siswa mengalami kesalahan konsep tentang rumusan pKa dan hubungan pKa dengan pH larutan penyangga (9) 26 89% siswa mengalami kesalahan konsep tentang rumusan dan hitungan pH larutan penyangga (10) 25 34% siswa mengalami kesalahan konsep tentang perkiraan pH larutan penyangga (11) 29 25% siswa mengalami kesalahan konsep tentang fungsi larutan penyangga. 24 9% 36 67% 34 34% 29 25% 31 29% siswa berturut-turut mengalami kesalahan konsep pada subbab sifat larutan penyangga subbab komponen dan cara kerja larutan penyangga subbab penentuan pH larutan penyangga subbab fungsi larutan penyangga dan materi larutan penyangga secara keseluruhan.