Tugas Akhir
Sifat organoleptik bubur talas instan dengan lama perebusan talas yang berbeda / Devi Arinda Wijayanti
Abstrak
Kata Kunci bubur talas lama perebusan talas Talas atau Colocasia esculenta (L) Schott merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang aman dikonsumsi (Murtini 2007). Bubur talas instan adalah hasil olahan talas yang diawetkan melalui proses perebusan pengeringan dan penghalusan sehingga menjadi tepung talas lalu ditambahkan dengan susu skim dan gula halus penyajianya hanya diseduh dengan air panas selama beberapa menit. Tujuan proses perebusan (boiling) adalah untuk menghilangkan getah kalsium oksalat pada talas dan mempermudah proses instanisasi. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Penelitian pendahuluan betujuan menentukan lama perebusan talas. Sedangkan penelitian utama yaitu untuk mengetahui uji mutu hedonik dan uji hedonik pada panelis yang meliputi rasa aroma tekstur dan warna setelah menjadi bubur talas instan dengan lama perebusan yang berbeda. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Sidik Ragam apabila terdapat perbedaan sangat nyata maka dilanjutkan uji Duncan s Multiple Range Test (DMRT). Hasil analisis uji mutu hedonik terdapat perbedaan yang sangat nyata pada perlakuan B yaitu perebusan talas selama 45 menit yang menghasilkan rasa manis dengan skor (3 36) aroma talas kurang kuat dengan skor (3 27) tekstur lembut dan agak kental dengan skor (3 10) warna kuning dengan skor (3 16). Sedangkan hasil uji hedonik menunjukkan rasa yang disukai oleh panelis adalah rasa manis pada perlakuan B dengan perebusan talas selama 45 menit dengan persentase jumlah panelis 74 44%. Aroma yang disukai oleh panelis adalah aroma talas kurang kuat pada perlakuan B dengan perebusan talas selama 45 menit dengan persentase jumlah panelis 68 89%. Hasil uji hedonik tekstur bubur talas instan yang disukai panelis adalah perlakuan B yaitu dengan perebusan talas selama 45 menit menyatakan suka sebesar 82 22% dengan tekstur lembut agak kental. Hasil uji hedonik warna bubur talas instan yang disukai panelis adalah perlakuan B yaitu dengan perebusan talas selama 45 menit menyatakan suka sebesar 62 22% dengan warna kuning. Kesimpulan dari penelitian ini adalah lama perebusan talas selama 45 menit pada bubur talas instan akan menghasilkan sifat organoleptik yang berbeda secara nyata. Saran bagi peneliti selanjutnya yaitu perlu dilakukan penelitian terhadap masa simpan bubur talas instan.