Skripsi
Pengaruh model pembelajaran kombinasi direct instruction (DI) dan problem based learning (PBL) terhadap prestasi belajar TIK siswa kelas X SMAN 7 Malang / Novi Khassifa
Abstrak
Kata Kunci Model pembelajaran Direct Instruction Problem Based Learning Prestasi Belajar. Pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bertujuan untuk menciptakan proses belajar yang aktif kreatif efektif dan menyenangkan. Pembelajaran yang masih dilakukan merupakan pembelajaran konvensional dan materi yang diulang-ulang membuat siswa merasa bosan dan tidak termotivasi dalam belajar. Untuk mengatasi masalah di atas diperlukan model pembelajaran yang tepat dan inovatif. Model pembelajaran kombinasi DI dan PBL merupakan model pembelajaran yang diawali dengan skenario model pembelajaran DI yang dilakukan selangkah demi selangkah berdasarkan bimbingan secara struktural. Model pembelajaran PBL dengan skenario pembelajaran memberikan latihan yang bertujuan untuk merangsang siswa berfikir tingkat tinggi dalam situasi yang berorientasi pada masalah. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan model pembelajaran kombinasi DI dan PBL dengan metode ceramah bermakna terhadap pretasi belajar siswa pada kompetensi dasar membuat dokumen pengolah kata dengan variasi tabel grafik gambar dan diagram serta mengetahui besarnya pengaruh keterlaksanaan model pembelajaran kombinasi DI dan PBL terhadap prestasi siswa pada kelas eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan eksperimen semu sampel yang digunakan adalah dua kelas yaitu X-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-8 sebagai kelas kontrol di SMAN 7 Malang kelas eksperimen adalah kelas yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kombinasi DI dan PBL sedangkan kelas kontrol adalah kelas yang diajar menggunakan metode ceramah bermakna. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik kuantitatif dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian rata-rata nilai prestasi belajar siswa pada kelas eksperimen adalah 90 21 dan pada kelas kontrol adalah 82 30 nilai rata-rata dari masing-masing kelas diuji hipotesis dengan meggunakan Uji-t dari Uji-t diperoleh hasil yaitu thitung 12 17 ttabel 1 99. Kesimpulan dari hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata nilai prestasi belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran kombinasi DI dan PBL dengan yang siswa yang diajar menggunakan metode ceramah bermakna sedangkan hasil analisis regresi hasil perhitungan dari variabel independent yaitu keterlaksanaan model pembelajaran kombinasi DI dan PBL dan variabel dependent yaitu prestasi belajar siswa terdapat sumbangan sebesar 64 % kesimpulan dari hipotesis adalah terdapat pengaruh yang signifikan dari hasil keterlaksanaan model pembelajaran kombinasi DI dan PBL terhadap prestasi belajar siswa SMAN 7 Malang.