Disertasi
Pengaruh urutan fase pada model pembelajaran learning cycle terhadap hasil belajar siswa yang memiliki perkembangan kognitif berbeda / Endang Budiasih
Abstrak
Disertasi Jurusan Teknologi Pembelajaran Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang Pembimbing (I) Prof. Dr. I Wayan Ardhana M.A. (II) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng M.Pd. (III) Dr. Waras Kamdi M.Pd. Kata kunci Learning Cycle urutan fase perkembangan kognitif hasil belajar Penerapan Learning Cycle tiga fase dengan urutan exploration (E) term introduction (I) dan concept application (A) dalam pembelajaran biologi fisika dan ekonomi memberikan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan pembelajaran tradisional. Berdasarkan kajian teoritik tahap utama dalam penerapan Learning Cycle adalah fase term introduction karena pemahaman konsep terjadi pada fase ini. Perubahan urutan fase dalam Learning Cycle menghasilkan strategi pembelajaran yang berbeda. Hal ini mungkin dapat memberikan hasil belajar siswa yang berbeda pula. Learning Cycle dengan urutan E-I-A disebut juga normal Learning Cycle. Esensi dari normal Learning Cycle adalah pembelajaran dengan process oriented guided inquiry learning atau guided inquiry learning. Learning Cycle dapat diterapkan dengan urutan I-E-A atau A-E-I. Esensi dari Learning Cycle dengan urutan I-E-A adalah pembelajaran tradisional dengan pola inform verify practice . Esensi Learning Cycle dengan urutan A-E-I adalah pembelajaran berbasis masalah. Kimia merupakan mata pelajaran yang paling menuntut kemampuan kognitif dalam mempelajarinya dibandingkan mata pelajaran lain yang termasuk dalam IPA. Hal ini disebabkan karena sebagian besar konsep-konsep kimia merupakan konsep-konsep yang abstrak. Perubahan urutan fase dalam penerapan Learning Cycle dapat memberikan hasil belajar yang berbeda untuk siswa dengan tingkat perkembangan kognitif yang berbeda. Tujuan dari penelitian adalah untuk menemukan pengaruh dari perbedaan urutan fase Learning Cycle terhadap hasil belajar siswa Sekolah Menengah Atas. Disamping tujuan yang disebutkan di atas penelitian ini juga bertujuan untuk menemukan pengaruh perbedaan tingkat perkembangan kognitif siswa terhadap hasil belajar siswa serta interaksi antara strategi pembelajaran dengan tingkat perkembangan kognitif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi dengan rancangan faktorial 3x2 terhadap tiga kelompok perlakuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Laboratotrium UM tahun pelajaran 2009/2010 yang terdiri dari enam kelas. Sampel penelitian adalah 106 siswa yang berasal dari tiga kelas yang diambil secara random dengan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian adalah tes Lawson dan tes hasil belajar. Tes Lawson terdiri dari 15 soal. Tiga belas dari 15 soal tersebut merupakan soal pilihan ganda dengan disertai alasan. Tes Lawson memiliki reliabilitas Cronbach alpha sebesar 0 83 and validitas soal dalam rentangan 0 25 sampai 0 59. Tes hasil belajar terdiri dari 20 soal pilihan ganda dan 10 soal essay. Tes hasil belajar kimia memiliki reliabilitas Cronbach alpha sebesar 0 88 dan validitas soal dalam rentangan 0 34 sampai 0 64. Data yang dikumpulkan diolah secara statistik dengan menggunakan teknik analisis varian (anova) dua jalur 3x2 dan post hoc multiple comparison. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan Learning Cycle dengan urutan E-I-A I-E-A dan A-E-I (2) ada perbedaan hasil belajar antara siswa dengan tingkat perkembangan kognitif tinggi dan siswa dengan tingkat perkembangan kognitif rendah untuk berbagai urutan fase Learning Cycle (3) tidak ada interaksi antara pembelajaran Learning Cycle dengan urutan fase yang berbeda (E-I-A I-E-A dan A-E-I) dengan tingkat perkembangan kognitif siswa. Dengan kata lain tidak terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dengan tingkat perkembangan kognitif siswa terhadap hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa dalam Learning Cycle dengan urutan E-I-A adalah lebih tinggi dibandingkan hasil belajar siswa dalam Learning Cycle dengan urutan A-E-I atau urutan I-E-A. Esensi dari Learning Cycle dengan urutan E-I-A adalah guided inquiry. Dalam learning cycle dengan urutan E-I-A siswa cenderung memperoleh perangsang dengan jumlah yang lebih banyak dan lebih berkualitas dibandingkan dalam Learning Cycle dengan urutan yang lain. Kesempatan untuk terjadinya proses ekuilibrasi pada siswa dalam Learning Cycle dengan urutan E-I-A cenderung lebih sering dibandingkan pada siswa dalam Learning Cycle dengan urutan yang lain. Hal ini menyebabkan perkembangan kemampuan kognitif siswa dalam Learning Cycle dengan urutan E-I-A cenderung lebih cepat dibandingkan siswa dalam Learning Cycle dengan urutan yang lain. Sebagai hasilnya kemampuan siswa dalam menghadapi masalah dalam Learning Cycle dengan urutan E-I-A cenderung lebih tinggi dibandingkan siswa dalam Learning Cycle dengan urutan yang lain. Sebagai konsekuensinya hasil belajar siswa dalam Learning Cycle dengan urutan E-I-A adalah lebih tinggi dibandingkan hasil belajar siswa dalam Learning Cycle dengan urutan yang lain. Perkembangan kemampuan kognitif juga dapat terjadi pada siswa dalam Learning Cycle dengan urutan I-E-A dan A-E-I. Akan tetapi perkembangannya mungkin lebih lambat dibandingkan siswa dalam Learning Cycle dengan urutan E-I-A. Perkembangan ini dapat terjadi baik pada siswa dengan tingkat tingkat perkembangan kognitif tinggi atau rendah. Karena kemampuan kognitif tampak sangat diperlukan dalam menghadapi masalah-masalah kimia maka tidak akan terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dengan tingkat perkembangan kognitif siswa. Beberapa saran yang dapat diberikan berkaitan dengan hasil penelitian adalah (1) Learning Cycle dengan urutan E-I-A atau normal Learning Cycle dianjurkan untuk digunakan dalam pembelajaran kimia karena memberikan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan Learning Cycle dengan urutan yang lain (2) dianjurkan dilakukan pengukuran perkembangan kognitif siswa pada awal tahun ajaran. Berdasarkan hasil pengukuran ini maka strategi pembelajaran yang tepat dapat dipilih untuk menghasilkan hasil belajar yang lebih baik dan perkembangan kognitif yang lebih cepat.