Skripsi
Upaya meningkatkan pembelajaran tolak peluru dengan media bola tenis pada siswa kelas V SDN 1 Jabalsari Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung / Yusep Anggriawan
Abstrak
Kata Kunci pembelajaran yang efektif (bola tenis) tolak peluru Pendidikan jasmani merupakan salah satu pelajaran yang diberikan pada pendidikan formal baik SD SMP/MTs SMA/MA. Tolak peluru merupakan salah satu olahraga yang ada pada kurikulum sekarang yaitu kurikulum KTSP. Oleh karena itu tolak peluru diberikan pada sekolah-sekolah. Berdasarkan hasil observasi awal di SDN 1 Jabalsari kabupaten tulungagung pada pembelajaran pendidikan jasmani materi pokok tolak peluru kelas V tampak bahwa siswa masih sulit mempelajari gerakan tolak peluru yang diberikan oleh pendidikan guru jasmani. Dalam pembelajaran tolak peluru juga terdapat kesulitan-kesulitan yang dirasakan oleh siswa yaitu saat melakukan tolakan dan putaran badan sebagian siswa banyak yang melempar peluru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar gerakan tolak peluru yang efektif dengan media bola tenis pada siswa kelas V SDN 1 Jabalsari Kabupaten Tulungagung. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang melalui dua siklus. Subyek penelitian adalah guru pendidikan jasmani dan peneliti sendiri. Jumlah siswa yang ada dikelas tersebut sebanyak 29 siswa. Hasil penelitian menunjukkan (1) dalam siklus I masih ada siswa yang melakukan kesalahan mendasar seperti pegangan peluru posisi siku dan tolakan sebanyak 11 siswa. (2) dalam siklus II menunjukkan siswa yang melakukan kesalahan mendasar saat melakukan tolakan dengan melempar berkurang menjadi sebanyak 3 siswa. Pada siklus II sudah banyak yang memperbaiki kesalahan yang di awal melempar menjadi menolak peluru. Kesimpulan yang didapat pada penelitian ini adalah media bola tenis yang diberikan oleh guru dapat meningkatkan proses pembelajaran tolak peluru pada siswa kelas V SDN 1 Jabalsari Kabupaten Tulungagung. Hal ini bisa dilihat dari aktifitas siswa dan guru selama pembelajaran dari siklus I hingga siklus II. Selain itu bisa dilihat dari persentase siswa yang tuntas belajar secara individu dan klasikal dari sebelum dan sudah dilaksanakan PTK juga menunjukkan adanaya peningkatan.