Tugas Akhir
Penerapan snowball throwing untuk meningkatkan pembelajaran IPA kelas IV SDNU Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan / Nafisah
Abstrak
Kata kunci Problem Based Learning pemecahan masalah IPS. IPS itu belajar mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungan sekitar. Gejala yang ada di SD adalah siswa mengalami kesulitan menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan penalaran. Bila keadaan ini berlangsung terus maka siswa akan mengalami kesulitan mengaplikasikan pengetahuan yang diperolehnya di kelas dengan kehidupan nyata. Dalam mengkaji seperangkat fakta yang terjadi di lingkungan sekitar harus melakukan sesuatu mengetahui dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan masalah masalah yang dialami oleh siswa. Untuk hal ini bisa didapatkan melalui PBL (Problem Based Learning). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penerapan pembelajaran model Problem Based Learning pada mata pelajaran IPS dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas IV SDN Lebak Winongan Pasuruan (2) penerapan pembelajaran model Problem Based Learning dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada mata pelajaran IPS siswa kelas IV SDN Lebak Winongan Pasuruan. Jenis rancangan penelitian ini adalah PTK model Hopkins dengan pendekatan kualitatif. Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan 2 siklus setiap siklus 2 pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Lebak sebanyak 36 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi tes dan wawancara Hasil penelitian ini menyatakan bahwa penerapan pembelajaran model Problem Based Learning pada mata pelajaran IPS dapat meningkatkan aktivitas siswa siswa kelas IV SDN Lebak. Hal ini terbukti dari persentase aktivitas siswa pada siklus I pertemuan I 53 5% (cukup) pertemuan II 55 6% (cukup) pada siklus II pertemuan I 68 7% (baik) pertemuan II 85 4% (baik sekali). Penerapan pembelajaran model Problem Based Learning dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada mata pelajaran IPS siswa kelas IV SDN Lebak Winongan terbukti dari rata-rata nilai hasil belajar siswa pada pratindakan adalah 57 4 (cukup) dan pada siklus I pertemuan I 63 3 (baik) pertemuan II 69 0 (baik). Pada siklus II pertemuan I nilai rata-rata hasil belajar siswa 78 6 (baik) pertemuan II rata-rata hasil belajar 83 6 (baik sekali). Berdasarkan hasil temuan di lapangan selama penelitian dilaksanakan Disarankan sekolah dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa hendaknya meningkatkan layanan fasilitas pembelajaran di SD. Guru dalam kegiatan pembelajaran IPS yang berkaitan dengan pemecahan masalah hendaknya menggunakan PBL dalam pembelajaran sehingga siswa lebih memahami konsep tentang pemecahan masalah. Peneliti selanjutnya dalam mengadakan penelitian hendaknya meneliti hal lain yang berkaitan dengan model pembelajaran IPS selain PBL. Misalnya model pembelajaran inquri dan cooperative learning.