Skripsi
Penerapan permainan \"bowling\" untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak kelompok A TK Dharma Wanita Persatuan XIV Sumberagung-Grati-Pasuruan / Jubaedah
Abstrak
Kata Kunci Kemampuan Berhitung Penerapan Permainan Bowling Kemampuan berhitung di TK Dharma Wanita Persatuan XIV Sumberagung Grati Pasuruan berdasarkan hasil evaluasi kegiatan pembelajaran pratindakan masih jauh dari tujuan yang diharapkan. Hal ini disebabkan metode pembelajaran guru mayoritas menggunakan metode pemberian tugas dan anak tidak secara langsung dilibatkan. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan langkah langkah permainan bowling untuk meningkatkan kemampuan berhitung (2) mendeskripsikan efektifitas penerapan permainan bowling untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak Penelitian ini dilakukan di TK Dharma Wanita Persatuan XIV Sumberagung Grati Pasuruan melalui bulan April jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan metode pengumpulan data berupa observasi. peneliti berkaloboratif dengan guru lain sebagai observasi mulai perencanaan pelaksanaan pengamatan maupun refleksi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus diketahui kemampuan berhitung anak yang ditunjukkan oleh hasil observasi dengan permainan bowling kemampuan berhitung anak mengalami peningkatan yaitu siklus I 55% siklus II 90% Berdasarkan hasil penelitian ini pembelajaran pada siklus I masih belum maksimal karena pada pembelajaran siklus I anak masih baru mengenal alat yang digunakan anak masih berbicara sendiri dan kurang memperhatikan penjelasan guru serta masih banyak anak yang berebut untuk bermain lebih dulu. Namun pada siklus II sudah ada peningkatan dalam pembelajaran berhitung melalui permainan bowling karena anak lebih antusias dalam bermain dan lebih tertib dalam mengikuti permainan sehingga pada siklus II tampak pembelajaran permainan bowling lebih baik dari pada pembelajaran pada siklus I Atas dasar hasil penelitian tersebut disarankan agar guru dapat memilih metode dan lebih kreatif dalam mencoba ide baru agar proses pembelajaran bagi anak tidak jenuh sehingga pembelajaran yang diterapkan melalui permainan dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak. Harapan peneliti semoga dengan pengalaman peneliti dapat bermanfaat bagi rekan-rekan seperjuangan di dunia pendidikan. Khususnya pendidikan usia dini.