Skripsi
Analisis pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas dan pertumbuhan perusahaan terhadap praktik income smoothing pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2005-2008 / Rina Arliniati Karima
Abstrak
Kata Kunci Perataan Laba (Income smoothing) Ukuran Perusahaan Profitabilitas dan Pertumbuhan Perusahaan Perataan laba merupakan salah satu pola dari manajemen laba yang dilakukan untuk mengurangi fluktuasi laba perusahaan. Informasi laba merupakan informasi yang paling banyak mendapatkan perhatian utama dari pihak eksternal. Perhatian pihak eksternal terhadap laba tanpa memperhatikan prosedur yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut menyebabkan munculnya kecenderungan dari pihak manajemen untuk melakukan perataan laba. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris tentang pengaruh ukuran perusahaan profitabilitas dan pertumbuhan perusahaan terhadap praktik income smoothing pada perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia. Sampel dari penelitian ini menggunakan 63 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2005-2008 yang diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Faktor-faktor tersebut kemudian diuji dengan menggunakan regresi logistic pada tingkat signifikansi 5 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap praktik income smoothing. Semakin besar ukuran perusahaan semakin tinggi pula tingkat pengawasan terhadap perusahaan sehingga semakin kecil keleluasaan pihak manajemen untuk melakukan perataan laba. Profitabilitas berpengaruh negatif terhadap praktik income smoothing. Semakin tinggi tingkat profitabilitas perusahaan semakin kecil dorongan bagi perusahaan untuk melakukan perataan laba. Pertumbuhan perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap praktik income smoothing. Hal ini dikarenakan pertumbuhan perusahaan dilihat dari total aktiva tidak hanya disebabkan oleh laba tapi ada kemungkinan disebabkan oleh hutang atau adanya investasi baru. Pertumbuhan perusahaan yang rendah tidak selalu mengindikasikan pendapatan laba yang tinggi. Hal ini menyebabkan berapapun tingkat pertumbuhan perusahaan tidak mendorong perusahaan untuk melakukan perataan laba. Secara simultan ukuran perusahaan profitabilitas dan pertumbuhan perusahaan berpengaruh terhadap praktik perataan laba dengan nilai signifikansi sebesar 0 008 lebih kecil dibandingkan dengan 0 05. Saran bagi penelitian selanjutnya adalah menambah variabel lain yang diduga berpengaruh terhadap praktik perataan laba seperti kelompok usaha harga saham atau leverage operasi.