Skripsi
Penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak kelompok B TK PKK 7 Plinggisan Kraton Pasuruan / Wahyu Trimulyati
Abstrak
Kata Kunci Metode Eksperimen Pertumbuhan Tanaman Kemampuan Kognitif TK. Kegiatan pembelajaran di Taman Kanak Kanak khususnya TK PKK 7 Plinggisan Kraton Pasuruan masih berpusat pada guru. Dimana guru lebih banyak ceramah sehingga kegiatan pembelajaran kurang bermakna dan pengetahuan yang didapat anak tidak dapat bertahan lama dari ingatannya. Kemampuan kognitif anak masih rendah untuk itu peneliti melakukan pengembangan melalui metode eksperimen melalui kegiatan pengamatan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan metode eksperimen melalui kegiatan pengamatan pertumbuhan tanaman dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak kelompok B TK PKK 7 Plinggisan Kraton Pasuruan (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan kognitif anak kelompok B TK PKK 7 Plinggisan Kraton Pasuruan setelah dibelajarkan dengan metode eksperimen melalui kegiatan pengamatan pertumbuhan tanaman. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan yaitu (1) perancangan (2) tindakan (3) pengamatan (4) refleksi. Pada pelaksanaan Siklus I belum berhasil diulangi pada Siklus II hingga berhasil. Subyek penelitian ini yaitu anak kelompok B TK PKK 7 Plinggisan Kraton Pasuruan yang berjumlah 20 anak. Instrumen yang digunakan berupa observasi dengan teknik deskriptif. Hasil penelitian ini adalah peningkatan kemampuan kognitif anak melalui kegiatan pengamatan pertumbuhan tanaman pada Siklus I ketuntasan individu mencapai 67% yang berarti meningkat sebesar 12% dari sebelum penerapan metode eksperimen melalui kegiatan pengamatan pertumbuhan tanaman. Selanjutnya pada Siklus II ketuntasan individu meningkat menjadi 84% dan dinyatakan berhasil tuntas. Dengan demikian disarankan pada guru hendaknya melaksanakan kegiatan pembelajaran melibatkan anak secara langsung dan pembelajaran bukan berpusat pada guru tapi berpusat pada anak. Karena hal ini akan memberi makna yang mendalam bagi anak dan bisa meningkatkan kemampuan yang diharapkan.