Skripsi
Penggunaan model pembelajaran advokasi untuk peningkatan aktivitas dan hasil belajar IPS pada siswa kelas III SDN Madyopuro 1 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Yunita Benamen
Abstrak
Kata kunci Model Advokasi Aktivitas Hasil Belajar IPS SD. Pembelajaran IPS model pembelajaran Advokasi merupakan salah satu model dalam pembelajaran kooperatif dimana cara pembelajaran dengan cara didkusi/debat kelompok yang terdiri dari 4-5 siswa. Hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti tentang mata pelejaran IPS kelas III SDN Madyopuro I dapat diketahui bahwa siswa memiliki minat belajar yang rendah diantaranya siswa cenderung pasif dan merasa bosan dalam pembelajaran IPS nilai rata-rata dalam hasil belajar adalah 65% masih kurang dari kriteria yang ditentukan yaitu 70%. Hal ini dikarenakn guru masih menggunakan metode konvensional. Adapun rumusan masalah adalah 1) Apakah penggunaan model pembelajaran Advokasi dapat meningkatkan aktivitas belajar Ilmu Pengetahuan Sosial kelas III SDN Madyopuro 1 . Kecamatan Kedungkandang Kota Malang 2) Apakah penggunaan model pembelajaran Advokasi dapat meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial kelas III SDN Madyopuro 1 . Kecamatan Kedungkandang Kota Malang Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas dengan model kemmis dan taggart yang terdiri dari 1) perencanaan 2) pelaksanaan 3) observasi 4) refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas III SDN Madyopuro I Kecamatan Kedungkandang Kota Malang yang terdiri dari 43 siswa. Intrusmen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes lembar observasi lembar wawancara dan dokumentasi (guru dan siswa). Hasil penelitian diketahui bahwa aktivitas siswa meningkat dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I mengalami peningkatan siswa yang dikatakan tuntas sebanyak 19 siswa (44 18%). Pada siklus II meningkat lagi yaitu siswa yang tuntas sebanyak 42 siswa (97 67%) sedangkan hasil belajar siswa meningkat dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I mengalami peningkatan siswa yang dikatakan tuntas sebanyak 29 siswa (67 44 %). Pada siklus II meningkat lagi yaitu siswa yang tuntas banyak 41 orang (95 34 %) siswa setelah penerapan model Advokasi. Penerapan model pembelajara Advokasi sangat cocok dengan pembelajaran IPS bagi siswa kelas III SDN Madyopuro I Kecamatan Kedungkandag Kota Malang yaitu pada meteri Pentingnya semangat kerja karena dalam pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan model pembelajaran yang diterapkan. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelaran Advokasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa SDN Madyopuro I Kecamatan Kedungkandang Kota Malang dengan baik. Untuk itu disarankan bagi guru sebagai seorang ahli yang mampu merancang dan melaksanakan pembelajaran dengan interaksi yang edukatif komunikatif yang menyenangkan bagi siswa dan guru sendiri.