Skripsi
Meningkatkan kemampuan seni melalui kegiatan mencetak di TKK Yos Sudarso Jl. Cepaka No. 8 Kota Blitar / Nanang Priyantoko
Abstrak
Kata Kunci Pendekatan Pembelajaran Mencetak Seni merupakan salah satu bagian dalam pendidikan serta merupakan disiplin ilmu yang memiliki peranan sangat penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi sesuai dengan yang dikemukakan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional bahwa prinsip penyelenggaraan pendidikan itu diantaranya adalah harus bisa memberikan keteladanan membangun kemauan dan membangun kreatifitas peserta didik dalam proses pembelajaran mengembangkan nilai budaya ( seni ) menulis dan berhitung juga merupakan prinsip dalam penyelenggaraan pendidikan. Dengan mengacu pada Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional maka kita sebagai seorang pendidik dituntut untuk lebih kreatif dalam memilih dan menggunakan metode serta media pembelajaran tidak lain alasannya adalah agar pembelajaran yang berlangsung bisa lebih menyenangkan sehingga siswa tidak takut dan bosan lagi terhadap pelajaran seni. Guna mengatasi berbagai permasalahan yang muncul diatas guru dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam memilih pendekatan pembelajaran yang tepat dalam menyampaikan materi tertentu. Sesuai dengan Keputusan Mendiknas No. 22 Tahun 2006 bahwa prinsip pembelajaran seni permulaan berfokus pada pemecahan masalah dengan dimulai dari contextual problem mencetak. Pembelajaran seni permulaan melalui kegiatan mencetak adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk memecahkan masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki keterampilan untuk memecahkan masalah. Pembelajaran melalui kegiatan mencetak merupakan suatu pendekatan pembelajaran atau metode mengajar yang fokusnya pada siswa dengan mengarahkan siswa menjadi pebelajar mandiri yang terlibat langsung secara aktif terlibat dalam pembelajaran berkelompok. Melalui kegiatan mencetak membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan mereka dalam memberikan alasan dan berpikir ketika mereka mencari data atau informasi agar mendapatkan solusi untuk suatu masalah yang otentik. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan peningkatan hasil belajar seni permulaan melalui penerapan pembelajaran mencetak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan (action research). Subyek penelitian ini adalah anak didik Kelompok A TKK Yos Sudarso Kota Blitar. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara (1) Pemberian angket / kuisioner (2) Observasi (3) Dokumentasi (4) Wawancara (5) Tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif yaitu meliputi proses makna tindakan dan pemaknaan. Kegiatan analisis meliputi reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis terhadap data yang diperoleh dan pembahasan dari refleksi serta temuan-temuan yang ada diperoleh suatu kesimpulan yang digunakan sebagai acuan pelaksanaan tindakan selanjutnya. Penerapan kegiatan mencetak membawa pengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan rata-rata prosentase ketuntasan hasil belajar siswa pada Siklus I yaitu 59 56% pada Siklus II ketuntasan hasil belajar mencapai 89 27% hal ini menunjukkan peningkatan ketuntasan belajar sebesar 20%. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan kegiatan mencetak dapat meningkatkan hasil karya seni siswa. Setelah diadakannya penelitian ini ada beberapa saran yang diperkirakan dapat meningkatkan hasil belajar seni permulaan dengan pendekatan pembelajaran mencetak. Beberapa saran tersebut adalah (1) meneruskan penggunaan pembelajaran mencetak dalam pembelajaran seni permulaan karena penelitian ini bersifat sementara (2) perlunya memotivasi siswa agar terlibat aktif dalam pembelajaran (3) mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai (4) terus-menerus meningkatkan kemampuan profesionalnya dalam mengelola pembelajaran baik melalui kelompok kerja guru atau pelatihan-pelatihan tertentu.