UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Implementasi model Team Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran memahami prinsip-prinsip bisnis (studi kasus siswa kelas X Pemasaran SMK Muhammadiyah 2 Malang) / Izzudin Rahman

Rahman, Izzudin - Nama Orang;

Abstrak
Kata Kunci model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) motivasi belajar hasil belajar Pembelajaran kooperatif adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan faham konstruktivistik. Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang kemampuannya berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerjasama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran. Metode pembelajaran kooperatif memiliki beberapa model pembelajaran yang bervariasi salah satu model pembelajaran kooperatif yaitu model Team Games Tournament (TGT). Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement (penguatan). Berdasarkan observasi awal diketahui bahwa pembelajaran yang diterapkan di SMK Muhammadiyah 2 Malang menunjukkan model pembelajaran untuk mata pelajaran memahami prinsip-prinsip bisnis cenderung guru sebagai pusat pembelajaran (teacher centered) bukan siswa sebagai pusat pembelajaran (student centered). Pembelajaran yang dilakukan masih bersifat tutorial dan ceramah (konvensional) sedangkan dari sudut pandang siswanya siswa kurang termotivasi untuk mengikuti pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu (1) perencanaan (2) pelaksanaan (3) observasi dan (4) refleksi. Subyek dalam penelitian adalah siswa kelas X Pemasaran SMK Muhammadiyah 2 Malang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan) interview (wawancara) dokumentasi tes cacatan lapangan dan angket motivasi siswa. Hasil penelitian ini telah terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar siswa dari siklus ke siklus. Pada siklus I menunjukkan 78 92% dengan kategori Baik . Sedangkan pada siklus II menunjukkan 83 07% dengan kategori Baik Sekali . Selain itu penelitian ini menunjukkan peningkatan terhadap hasil belajar siswa yang dilihat dari aspek kognitif yaitu di siklus I dan II. Pada siklus I menunjukkan 75 54% dan pada siklus II meningkat sebesar 4 83% menjadi 80 37%. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Team Games Tournament dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X Pemasaran SMK Muhammadiyah 2 Malang. Sesuai dengan hasil penelitian ini peneliti menyarankan (1) Bagi Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 2 Malang perlu menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap sehingga dapat membantu kelancaran proses pembelajaran dan selain itu pihak sekolah mengikutsertakan guru dalam pelatihan-pelatihan yang sering dilakukan Dinas Pendidikan setempat agar kompetensi guru lebih meningkat (2) Guru SMK Muhammadiyah 2 Malang khususnya guru mata pelajaran memahami prinsip-prinsip bisnis sebaiknya menggunakan model pembelajaran yang bervariasi dalam kegiatan pembelajaran agar motivasi dan hasil belajar siswa meningkat. Model pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa adalah model pembelajaran Team Games Tournament sehingga model pembelajaran ini disarankan untuk diimplementasikan dikelas (3) Perencanaan alokasi waktu harus di kaji secara matang dalam pembelajaran model TGT agar keseluruhan tahap pembelajaran dapat dilakasanakan dengan baik (4) Guru sebaiknya bertindak sebagai pemegang kendali dan meguasai kelas secara menyeluruh dalam menentukan pembagian kelompok (5) Mengingat banyak peneliti yang mengimplementasikan pembelajaran kooperatif yang antara satu model dengan model lainnya mempunyai tahap yang hampir sama yaitu salah satunya adalah tahap belajar kelompok agar siswa tidak mengalami kejenuhan sebaiknya pada tahap belajar kelompok diadakan variasi siswa tidak hanya berdiskusi kelompok dengan Lembar Kerja Siswa (LKS) melainkan juga menyediakan media lain saat belajar kelompok berlangsung misalnya media peraga media gambar dsb sesuai materi yang diajarkan agar siswa tidak bosan. Kata Kunci model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) motivasi belajar hasil belajar Pembelajaran kooperatif adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan faham konstruktivistik. Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang kemampuannya berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerjasama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran. Metode pembelajaran kooperatif memiliki beberapa model pembelajaran yang bervariasi salah satu model pembelajaran kooperatif yaitu model Team Games Tournament (TGT). Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement (penguatan). Berdasarkan observasi awal diketahui bahwa pembelajaran yang diterapkan di SMK Muhammadiyah 2 Malang menunjukkan model pembelajaran untuk mata pelajaran memahami prinsip-prinsip bisnis cenderung guru sebagai pusat pembelajaran (teacher centered) bukan siswa sebagai pusat pembelajaran (student centered). Pembelajaran yang dilakukan masih bersifat tutorial dan ceramah (konvensional) sedangkan dari sudut pandang siswanya siswa kurang termotivasi untuk mengikuti pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu (1) perencanaan (2) pelaksanaan (3) observasi dan (4) refleksi. Subyek dalam penelitian adalah siswa kelas X Pemasaran SMK Muhammadiyah 2 Malang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan) interview (wawancara) dokumentasi tes cacatan lapangan dan angket motivasi siswa. Hasil penelitian ini telah terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar siswa dari siklus ke siklus. Pada siklus I menunjukkan 78 92% dengan kategori Baik . Sedangkan pada siklus II menunjukkan 83 07% dengan kategori Baik Sekali . Selain itu penelitian ini menunjukkan peningkatan terhadap hasil belajar siswa yang dilihat dari aspek kognitif yaitu di siklus I dan II. Pada siklus I menunjukkan 75 54% dan pada siklus II meningkat sebesar 4 83% menjadi 80 37%. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Team Games Tournament dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X Pemasaran SMK Muhammadiyah 2 Malang. Sesuai dengan hasil penelitian ini peneliti menyarankan (1) Bagi Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 2 Malang perlu menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap sehingga dapat membantu kelancaran proses pembelajaran dan selain itu pihak sekolah mengikutsertakan guru dalam pelatihan-pelatihan yang sering dilakukan Dinas Pendidikan setempat agar kompetensi guru lebih meningkat (2) Guru SMK Muhammadiyah 2 Malang khususnya guru mata pelajaran memahami prinsip-prinsip bisnis sebaiknya menggunakan model pembelajaran yang bervariasi dalam kegiatan pembelajaran agar motivasi dan hasil belajar siswa meningkat. Model pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa adalah model pembelajaran Team Games Tournament sehingga model pembelajaran ini disarankan untuk diimplementasikan dikelas (3) Perencanaan alokasi waktu harus di kaji secara matang dalam pembelajaran model TGT agar keseluruhan tahap pembelajaran dapat dilakasanakan dengan baik (4) Guru sebaiknya bertindak sebagai pemegang kendali dan meguasai kelas secara menyeluruh dalam menentukan pembagian kelompok (5) Mengingat banyak peneliti yang mengimplementasikan pembelajaran kooperatif yang antara satu model dengan model lainnya mempunyai tahap yang hampir sama yaitu salah satunya adalah tahap belajar kelompok agar siswa tidak mengalami kejenuhan sebaiknya pada tahap belajar kelompok diadakan variasi siswa tidak hanya berdiskusi kelompok dengan Lembar Kerja Siswa (LKS) melainkan juga menyediakan media lain saat belajar kelompok berlangsung misalnya media peraga media gambar dsb sesuai materi yang diajarkan agar siswa tidak bosan. Kata Kunci model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) motivasi belajar hasil belajar Pembelajaran kooperatif adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan faham konstruktivistik. Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang kemampuannya berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerjasama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran. Metode pembelajaran kooperatif memiliki beberapa model pembelajaran yang bervariasi salah satu model pembelajaran kooperatif yaitu model Team Games Tournament (TGT). Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement (penguatan). Berdasarkan observasi awal diketahui bahwa pembelajaran yang diterapkan di SMK Muhammadiyah 2 Malang menunjukkan model pembelajaran untuk mata pelajaran memahami prinsip-prinsip bisnis cenderung guru sebagai pusat pembelajaran (teacher centered) bukan siswa sebagai pusat pembelajaran (student centered). Pembelajaran yang dilakukan masih bersifat tutorial dan ceramah (konvensional) sedangkan dari sudut pandang siswanya siswa kurang termotivasi untuk mengikuti pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu (1) perencanaan (2) pelaksanaan (3) observasi dan (4) refleksi. Subyek dalam penelitian adalah siswa kelas X Pemasaran SMK Muhammadiyah 2 Malang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan) interview (wawancara) dokumentasi tes cacatan lapangan dan angket motivasi siswa. Hasil penelitian ini telah terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar siswa dari siklus ke siklus. Pada siklus I menunjukkan 78 92% dengan kategori Baik . Sedangkan pada siklus II menunjukkan 83 07% dengan kategori Baik Sekali . Selain itu penelitian ini menunjukkan peningkatan terhadap hasil belajar siswa yang dilihat dari aspek kognitif yaitu di siklus I dan II. Pada siklus I menunjukkan 75 54% dan pada siklus II meningkat sebesar 4 83% menjadi 80 37%. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Team Games Tournament dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X Pemasaran SMK Muhammadiyah 2 Malang. Sesuai dengan hasil penelitian ini peneliti menyarankan (1) Bagi Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 2 Malang perlu menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap sehingga dapat membantu kelancaran proses pembelajaran dan selain itu pihak sekolah mengikutsertakan guru dalam pelatihan-pelatihan yang sering dilakukan Dinas Pendidikan setempat agar kompetensi guru lebih meningkat (2) Guru SMK Muhammadiyah 2 Malang khususnya guru mata pelajaran memahami prinsip-prinsip bisnis sebaiknya menggunakan model pembelajaran yang bervariasi dalam kegiatan pembelajaran agar motivasi dan hasil belajar siswa meningkat. Model pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa adalah model pembelajaran Team Games Tournament sehingga model pembelajaran ini disarankan untuk diimplementasikan dikelas (3) Perencanaan alokasi waktu harus di kaji secara matang dalam pembelajaran model TGT agar keseluruhan tahap pembelajaran dapat dilakasanakan dengan baik (4) Guru sebaiknya bertindak sebagai pemegang kendali dan meguasai kelas secara menyeluruh dalam menentukan pembagian kelompok (5) Mengingat banyak peneliti yang mengimplementasikan pembelajaran kooperatif yang antara satu model dengan model lainnya mempunyai tahap yang hampir sama yaitu salah satunya adalah tahap belajar kelompok agar siswa tidak mengalami kejenuhan sebaiknya pada tahap belajar kelompok diadakan variasi siswa tidak hanya berdiskusi kelompok dengan Lembar Kerja Siswa (LKS) melainkan juga menyediakan media lain saat belajar kelompok berlangsung misalnya media peraga media gambar dsb sesuai materi yang diajarkan agar siswa tidak bosan. Kata Kunci model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) motivasi belajar hasil belajar Pembelajaran kooperatif adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan faham konstruktivistik. Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang kemampuannya berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerjasama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran. Metode pembelajaran kooperatif memiliki beberapa model pembelajaran yang bervariasi salah satu model pembelajaran kooperatif yaitu model Team Games Tournament (TGT). Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement (penguatan). Berdasarkan observasi awal diketahui bahwa pembelajaran yang diterapkan di SMK Muhammadiyah 2 Malang menunjukkan model pembelajaran untuk mata pelajaran memahami prinsip-prinsip bisnis cenderung guru sebagai pusat pembelajaran (teacher centered) bukan siswa sebagai pusat pembelajaran (student centered). Pembelajaran yang dilakukan masih bersifat tutorial dan ceramah (konvensional) sedangkan dari sudut pandang siswanya siswa kurang termotivasi untuk mengikuti pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu (1) perencanaan (2) pelaksanaan (3) observasi dan (4) refleksi. Subyek dalam penelitian adalah siswa kelas X Pemasaran SMK Muhammadiyah 2 Malang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan) interview (wawancara) dokumentasi tes cacatan lapangan dan angket motivasi siswa. Hasil penelitian ini telah terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar siswa dari siklus ke siklus. Pada siklus I menunjukkan 78 92% dengan kategori Baik . Sedangkan pada siklus II menunjukkan 83 07% dengan kategori Baik Sekali . Selain itu penelitian ini menunjukkan peningkatan terhadap hasil belajar siswa yang dilihat dari aspek kognitif yaitu di siklus I dan II. Pada siklus I menunjukkan 75 54% dan pada siklus II meningkat sebesar 4 83% menjadi 80 37%. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Team Games Tournament dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X Pemasaran SMK Muhammadiyah 2 Malang. Sesuai dengan hasil penelitian ini peneliti menyarankan (1) Bagi Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 2 Malang perlu menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap sehingga dapat membantu kelancaran proses pembelajaran dan selain itu pihak sekolah mengikutsertakan guru dalam pelatihan-pelatihan yang sering dilakukan Dinas Pendidikan setempat agar kompetensi guru lebih meningkat (2) Guru SMK Muhammadiyah 2 Malang khususnya guru mata pelajaran memahami prinsip-prinsip bisnis sebaiknya menggunakan model pembelajaran yang bervariasi dalam kegiatan pembelajaran agar motivasi dan hasil belajar siswa meningkat. Model pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa adalah model pembelajaran Team Games Tournament sehingga model pembelajaran ini disarankan untuk diimplementasikan dikelas (3) Perencanaan alokasi waktu harus di kaji secara matang dalam pembelajaran model TGT agar keseluruhan tahap pembelajaran dapat dilakasanakan dengan baik (4) Guru sebaiknya bertindak sebagai pemegang kendali dan meguasai kelas secara menyeluruh dalam menentukan pembagian kelompok (5) Mengingat banyak peneliti yang mengimplementasikan pembelajaran kooperatif yang antara satu model dengan model lainnya mempunyai tahap yang hampir sama yaitu salah satunya adalah tahap belajar kelompok agar siswa tidak mengalami kejenuhan sebaiknya pada tahap belajar kelompok diadakan variasi siswa tidak hanya berdiskusi kelompok dengan Lembar Kerja Siswa (LKS) melainkan juga menyediakan media lain saat belajar kelompok berlangsung misalnya media peraga media gambar dsb sesuai materi yang diajarkan agar siswa tidak bosan.


Informasi Detail
DDC
Rs 650.076 RAH i
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Tata Niaga, 2011.
Deskripsi Fisik
xiv, 160 + [48] lembar : il., tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
02848/KI/11
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2011
Subjek
1. BISNIS, PRINSIP - PRESTASI BELAJAR
2. BISNIS, PRINSIP - PEMBELAJARAN MODEL TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT)

Pembimbing
1. WENING PATMI RAHAYU ; 2. MUGIANTO
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik