Skripsi
Penggunaan buku cerita untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak kelompok B di TK Dharma wanita Persatuan VIII Linggo Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan / Wagejah
Abstrak
Kata Kunci Penggunaan Buku Cerita Kemampuan Bahasa Anak TK Berdasarkan hasil observasi di TK Dharma Wanita Persatuan VIII Linggo Kejayan Pasuruan kemampuan berbahasa anak masih rendah sehingga anak tidak termoticvasi untuk melakukan kegiatan bercerita. Terbukti dari sikap anak yang tidak mau maju ke depan kelas untuk bercerita. Selama ini menggunakan lembar kerja yang tidak berwarna. Kegiatan untuk bercerita dengan menggunakan alat peraga masih jarang dilakukan oleh guru khususnya media buku cerita. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan cara penggunaan buku cerita untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak kelompok B TK Dharma Wanita Persatuan VIII Linggo Kejayan Pasuruan (2) mendeskripsikan adanya peningkatan kemampuan berbahasa dengan menggunakan buku cerita pada anak kelompok B TK Dharma Wanita Persatuan VIII Linggo Kejayan Pasuruan. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan 2 (dua) siklus. Masing-masing siklus terdiri atas 4 tahapan perencanaan pelaksanaan observasi refleksi. Subyek penelitian ini adalah anak kelompok B di TK Dharma Wanita Persatuan VIII Linggo Kejayan Pasuruan sebanyak 20 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi secara langsung terhadap kegiatan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan berbahasa anak dengan menggunakan buku cerita bergambar di TK Dharma Wanita Persatuan VIII Linggo Kejayan Pasuruan terbukti dari hasil belajar yang diperoleh anak sebalum menggunakan buku cerita mencapai ketuntasan 3 anak (15%) pada siklus I mencapai ketuntasan sebanyak 12 anak (60%) dan pada siklus II meningkat 16 anak (80%) telah mencapai ketuntasan individu dan 4 anak (20%) belum mencapai ketuntasan individu. Berdasarkan hasil penelitian disarankan bahwa kegiatan bercerita menggunakan buku cerita dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak. Buku cerita yang digunakan hendaknya berukuran besar berwarna agar menarik bagi anak. Guru harus selalu membimbing dan member motivasi kepada anak. Guru hendaknya sesering mungkin mengadakan kegiatan bercerita agar anak terbiasa untuk melakukan kegiatan bercerita dan tidak malu lagi untuk bercerita didepan kelas karena sudah terbiasa.