Tugas Akhir
Penggunaan model pembelajaran eksperimen untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Klinter Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan / Realita Mitayani
Abstrak
Kata Kunci Model Pembelajaran Eksperimen Prestasi Belajar IPA Model Pembelajaran yang digunakan guru dalam proses kegiatan belajar mengajar sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa sebab dalam pembelajaran diperlukan kesinambungan antara strategi model dan media dengan materi pembelajaran yang akan diajarkan. Dalam perbaikan pembelajaran di SDN Klinter Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan dalam matapelajaran IPA pada materi sifat-sifat benda cair ditemukan permasalahan sebagai berikut siswa tidak merespon penjelasan guru yang disebabkan penjelasan guru yang terlalu cepat sehingga siswa kurang paham terhadap materi alat peraga tidak bervariasi moral dan perilaku siswa kurang baik selama pembelajaran dan kurangnya motivasi siswa terhadap kegiatan pembelajaran IPA. Penelitian ini merumuskan masalah a) Sejauh mana peningkatan prestasi belajar siswa setelah penerapan model pembelajaran eksperiman pada matapelajaran IPA. b) Bagaimana model pembelajaran eksperimen dalam meningkatkan prestasi belajar siswa terhadap matapelajaran IPA. c) bagaimana aktivitas siswa melalui penerapan model pembelajaran eksperimen. Sedangkan tujuannya yaitu untuk meningkatkan prestasi belajar serta melatih keterampilan siswa kelas IV khususnya bidang studi IPA. Manfaat penelitian sebagai acuan untuk pengembangan profesionalitas guru dalam menggunakan beberapa metode terhadap peningkatan hasil belajar. Dalam penelitian tindakan kelas ini dilakukan perbaikan pembelajaran menggunakan 2 siklus. Pada setiap siklus terdiri dari perencanaan pengamatan pelaksanaan dan refleksi. Lokasi penelitian yaitu SDN Klinter Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan sedangkan subyek penelitian yaitu siswa kelas IV Semester II tahun pelajaran 2010/2011. Dari hasil data dan pembahasan setiap siklus didapatkan bahwa prestasi belajar siswa dalam materi sifat-sifat air mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini dilihat dari siklus I dan siklus II yaitu siklus I (57%) dan siklus II (96%). Kesimpulan ini dari penelitian tindakan kelas bahwa eksperimen merupakan metode yang tepat dan sesuai serta mudah dipahami dan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran menuju suatu keberhasilan sesuai tujuan yang diinginkan yaitu memenuhi standart minimal dalam ketuntasan belajar.