Tesis
Pengembangan lembar kerja siswa bercirikan penyelesaian masalah model Polya materi barisan dan deret pada siswa SMKN 2 Malang / Wahid Ibnu Zaman
Abstrak
Tesis Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Cholis Sa dijah M.A dan (II) Dr. Santi Irawati M.Si. Kata Kunci Penyelesaian Masalah Model Polya Lembar Kerja Siswa Barisan dan Deret. Rumusan masalah dalam pengembangan ini adalah Bagaimana proses dan hasil pengembangan lembar kerja siswa (LKS) bercirikan penyelesaian masalah model Polya materi barisan dan deret pada siswa SMK . Tujuan yang diharapkan dari pengembangan ini adalah untuk menghasilkan produk berupa lembar kerja siswa bercirikan proses pemecahan masalah model Polya materi barisan dan deret pada siswa SMK yang valid praktis dan efektif. Lembar kerja siswa yang dihasilkan diharapkan dapat memberi kemudahan dalam proses belajar mengajar di kelas. Penyajian materi pada LKS disesuaikan dengan proses pemecahan masalah model Polya yaitu a). Memahami/ Mengidentifikasi masalah b). Merumuskan rencana/ cara penyelesaian c). Melaksanakan rencana penyelesaian d). Merefleksi atau mengecek kembali. Pengembangan lembar kerja ini menggunakan model pengembangan 4D. Pengembangan dengan model ini terdiri dari empat tahap yaitu tahap pendefinisian (define) perancangan (design) pengembangan (develop) dan penyebaran (disseminate). Untuk penelitian ini tahap penyebaran (disseminate) tidak dilakukan karena hasil pengembangan tidak disebarkan pada sekolah lain. Penelitian ini dilakukan di kelas XI keperawatan SMKN 2 Malang. Hasil pengembangan berupa lembar kerja siswa dapat digunakan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran materi barisan dan deret. Lembar kerja siswa telah dinyatakan valid oleh validator dengan nilai rata-rata prosentase 94%. Tingkat ketuntasan belajar pada materi barisan dan deret adalah 86 6% sehingga lembar kerja siswa dapat dikatakan efektif. Hal ini juga didukung oleh aktivitas siswa yang menunjukkan kategori tinggi dan respon siswa yang positif. Dan hasil dari pengamatan tentang keterlaksanaan pembelajaran menggunakan lembar kerja siswa memenuhi kriteria yaitu 88 3% sehingga lembar kerja siswa dapat dikatakan praktis. Dengan demikian pengembangan lembar kerja siswa bercirikan proses penyelesaian masalah model Polya materi barisan dan deret dapat dikatakan valid praktis dan efektif.