Skripsi
Pengembangan permainan tradisional lompat tali untuk pembelajaran fisik motorik anak kelompok B di TK Tunas Patria Sananwetan Kota Blitar / Erwin Pujo Laksonmo
Abstrak
Kata kunci Pengembangan Permainan Lompat Tali Fisik Motorik Lompat tali merupakan permainan tradisional yang dilaksanakan secara kelompok dengan jumlah pemain yang beragam serta mempergunakan rantai karet gelang. Inti permainan ini adalah anak mampu melompati rantai karet gelang mulai dari ketinggian terendah sampai tertinggi dan untuk meraih keberhasilan seluruh anggota kelompok harus mampu melompati semua ketinggian yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil penelitian melalui observasi terhadap anak kelompok B di TK Tunas Patria Sanawetan Kota Blitar pembelajaran fisik motorik melalui permainan tradisional lompat tali menggunakan alat rantai karet gelang belum pernah dilaksanakan dan merasa perlu untuk dilaksanakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan permainan tradisional lompat tali yang diharapkan mudah untuk dilakukan menyenangkan dan tidak membahayakan bagi anak. Prosedur pengembangan permainan tradisional lompat tali adalah 1) Melakukan penelitian dan pengumpulan informasi 2) Melakukan perencanaan selanjutnya dievaluasi oleh para ahli 3) Mengembangkan bentuk produk awal 4) Melakukan uji coba kelompok kecil dengan 6 subjek 5) Melakukan revisi terhadap produk awal 6) Melakukan uji lapangan utama dengan 42 subjek 7) Melakukan revisi produk. Intrumen yang digunakan adalah berupa kuesioner berisi tentang rancangan produk dan produk yang telah dibuat. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif berupa persentase. Hasil pengembangan ini adalah 93 1% anak mudah melakukan permainan 95 7% anak senang melakukan permainan dan 95 2% anak tidak berbahaya melakukan permainan. Berdasarkan data hasil pengembangan permainan tradisional lompat tali maka dapat disimpulkan bahwa permainan tersebut mudah untuk dilakukan menyenangkan dan tidak membahayakan bagi anak. Diharapkan hasil pengembangan ini dapat diujicobakan kepada kelompok yang lebih luas dan dapat disosialisasikan kepada sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan yang terkait sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya. Selain hal tersebut karena penelitian ini hanya terbatas pada pengembangan produk diharapkan ada penelitian selanjutnya untuk menguji tingkat keefektifan dari produk yang dikembangkan.