Tugas Akhir
Studi pelaksanaan dan analisa biaya pekerjaan dinding beton bertulang precast pada proyek Apartemen Menara Soekarno Hatta Malang / Fery Adi Oktora
Abstrak
Kata Kunci pelaksanaan analisa biaya dinding precast dinding batu bata Berkembangnya teknologi di bidang Teknik Sipil menuntut adanya suatu rancangan struktur yang ekonomis dan dapat dilaksanankan secara cepat dan efisien tanpa mengurangi kekakuan antar komponen struktur bangunan. Dan untuk mendapatkan struktur seperti hal tersebut digunakanlah sistem pracetak yang mulai menggantikan dinding pasangan batu bata. Proyek akhir ini bertujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yang mencakup pelaksanaan dan analisa biaya pekerjaan dinding precast dan dinding batu bata pada proyek pembangunan Apartemen Menara Soekarno Hatta Malang. Studi pelaksanaan ini dilaksanakan pada lantai 3 proyek pembangunan Apartemen Menara Soekarno Hatta Malang. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi tanya jawab dokumentasi dan dokumen proyek. Dari hasil studi pelaksanaan disimpulkan bahwa pelaksanaan pekerjaan dinding precast dimulai dengan pembuatan lantai kerja bekisting penulangan pengecoran dan erection. Untuk pelaksanaan pekerjaan dinding batu bata dimulai dengan membuat garis marking memasang tulangan stek memasang benangan pemasangan batu bata pengecoran kolom dan balok praktis serta plesteran. Namun tidak dilakukan slump test perawatan beton dan penyiraman permukaan dinding batu bata sebelum diplester yang kurang sesuai dengan teori yang ada. Hasil perhitungan untuk biaya pekerjaan dinding precast berdasarkan SNI 2007 dan kajian teori adalah Rp111 002 459.70. Untuk biaya pekerjaan dinding batu bata yang dihitung berdasarkan SNI 2007 adalah Rp 80 397 811.80. Sehingga terdapat selisih antara pekerjaan dinding precast dan dinding batu bata sebesar Rp 30 604 647.90. Berdasarkan studi ini disarankan dalam pelaksanaan dinding precast dan dinding batu bata sebaiknya dilaksanakan dengan lebih memperhatikan ketentuan dalam kajian teori yang ada sehingga tidak terjadi kesalahan atau penyimpangan dalam pelaksanaan proyek. Pada akhirnya dapat mencapai kualitas beton yang baik.