Tugas Akhir
Studi perencanaan, pelaksanaan, dan analisa biaya pekerjaan pondasi dan kolom tangga pada proyek pembangunan gedung RS Lavalette Malang / Ade Tiawan Robianto
Abstrak
Kata Kunci Perencanaan pelaksanaan analisa biaya pekerjaan pondasi kolom tangga. Dalam sebuah bangunan bertingkat konstruksi tangga menjadi bagian terpenting yang harus tersedia karena tangga merupakan alat penghubung lantai bawah ke lantai atas. Tanpa adanya tangga dalam sebuah bangunan bertingkat maka akan sulit untuk menuju ke lantai atas. Dalam membuat sebuah konstruksi tangga maka harus dilakukan perencanaan dan analisa biaya terlebih dahulu sebelum dilakukan pelaksanaan. Tujuan dari proyek akhir ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembe-banan struktur pada pondasi kolom tangga dan juga bagaimana perencanaan tulangannya. Perhitungan yang dilakukan menggunakan bantuan software untuk memudahkan perhitungan. Software yang digunakan adalah STAAD Pro 2004. Perancangan konstruksi tangga yang direncanakan dimulai dari perencanaan badan tangga kolom tangga dan pondasi tangga. Tahap untuk merencanakan konstruksi tangga sendiri antara lain 1) Pembuatan gambar rencana 2) Penentuan langkah naik dan langkah datar 3) Penentuan pembebanan 4) Perhitungan moment 5) Perhitungan tulangan. Pada perencanaan kolom tangga ditentukan juga kontrol kapasitas kolom yang digunakan untuk mengetahui beban dan moment yang didapat bisa digunakan atau tidak. Sedangkan untuk perencanaan pondasi tangga ditentukan juga gaya geser yang ditinjau dari dua arah maupun satu arah. Adapun hasil dari perancangan adalah sebagai berikut Dari hasil perencanaan untuk badan tangga memakai tulangan P10-175 dengan tulangan pembagi P8-200 dan bordes tangga memakai tulangan P10-150 dengan tulangan pembagi P8-150. Dari hasil perencanaan untuk kolom tangga memakai tulangan P12-150 dengan begel memakai tulangan diameter 10. Dari hasil perencanaan untuk pondasi tangga memakai tulangan P12-125 dengan penyaluran tulangan 150 mm. Dari hasil perhitungan anggaran biaya menggunakan SNI 2008 didapat hasil sebesar Rp12 105 000.00. Dari perhitungan anggaran biaya menggunakan SNI 2008 kemudian dibandingkan dengan anggaran biaya pada proyek dari perbandingan didapat selisih sebesar Rp.3 009 000.00 dengan menggunakan SNI 2008. Ditarik kesimpulan bahwa penggunaan SNI 2008 akan lebih menguntungkan pihak kontraktor dan tidak efisien bagi pemilik proyek dan rencana anggaran biaya pada proyek lebih mengacu pada SNI 2002 karena hasil yang didapat lebih kecil disbanding dengan menggunakan SNI 2008.