UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tugas Akhir

Metode dan rencana anggaran pelaksanaan pekerjaan kolom menggunakan bekisting multiplek dan fiber glass pada proyek tahap 1 gedung administrasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang / Isliarti Purmatami

Purmatami, Isliarti - Nama Orang;

Abstrak
Kata Kunci metode rencana anggaran pelaksanaan kolom. Perkembangan pembangunan ditandai dengan berkembang pesatnya berbagai pembangunan hal ini dapat dilihat dengan banyaknya pembangunan khususnya pembangunan gedung-gedung bertingkat. Dalam pembangunan gedung kolom merupakan struktur bangunan yang berperan penting dalam menciptakan bangunan yang kuat dan kokoh. Untuk mendapatkan kolom yang kuat dan kokoh diperlukan acuan dan pengawasan saat pembuatannya mulai saat persiapan sampai dengan perawatanya agar tidak terjadi penyimpangan. Studi lapangan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana metode pelaksanaan pekerjaan kolom dengan menggunakan bekisting multiplek dan fiber glass beserta perbedaan biaya yang terjadi pada Rencana Anggaran Pelaksanaa. Hal tersebut diharapkan dapat menambah ilmu dan wawasan tentang pelaksanaan pekerjaan beton khususnya pekerjaan kolom yang menggunakan bekisting multiplek dan fiber glass. Teknik pengumpulan data pada studi lapangan ini adalah (1) observasi lapangan (2) wawancara/interview (3) dokumentasi dan (4) analisa rencana anggaran biaya. Setelah semua data terkumpul kemudian dianalisa dan selanjutnya dideskripsikan. Data tersebut kemudian dibandingkan dengan kajian pustaka sehingga dapat diambil kesimpulan dan saran. Hasil studi menunjukan bahwa terdapat beberapa ketidaksesuaian pelaksanaan pekerjaan kolom menggunakan bekisting multiplek dan fiber glas dari segi pelaksanaan yaitu (1) panjang kait pengikat yang seharusnya minimal 6d dalam pelaksanaan di lapangan panjang kait hanya 5d hal ini tidak sesuai SNI (2) tebal selimut beton hanya 25 mm tidak sesuai dengan SK SNI 2002 jarak minimal tebal selimut beton 40 mm sehingga mempercepat resiko korosi pada tulangan. (3) pada saat penerimaan adonan beton tidak dilaksanakan uji slump sehingga kekentalan dan homogenitas campuran beton tidak dapat diketahui. (3) tinggi jatuh beton pada pengecoran kolom lebih dari 2 meter hendaknya tidak lebih tinggi dari 1 5 meter agar tidak menimbulkan pemisahan butiran spesi beton (segregasi).(4) tidak adanya perawatan penyiraman sehingga terjadi keretakan.pada pekerjaan penulangan pengecoran dan perwatan beton. (5) terdapat selisih Rp 482.668 43 antara pekerjaan kolom kotak dengan bekisting multiplek dan kolom bulat dengan bekisting fiber glass dikarenakan kebutuhan besi pada kolom bulat lebih besar dibandingkan dengan kolom kotak. Berdasarkan studi dapat disarankan dalam pelaksanaan pekerjaan kolom agar memperhatikan ketentuan dalam kajian teori yang ada sehingga tidak terjadi kesalahan atau penyimpangan dalam pelaksanaan proyek seharusnya dapat mencapai kualitas kolom yang baik.


Informasi Detail
DDC
Rp 624.18320681 PUR m
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi D3 Taman Sipil dan Bangunan, 2011.
Deskripsi Fisik
viii, 63 + [61] lembar : il., tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
03096/KI/11
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2011
Subjek
1. BETON - KOLAM - BIAYA, ANALISA
Pembimbing
1. SUPARNO
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik