Tugas Akhir
Uji kwalitas bata merah gunung Pegat Blitar / Hendra Kurniawan
Abstrak
Kata Kunci bata merah uji kwalitas Gunung Pegat Bata merah merupakan material penyusun dinding yang terbuat dari tanah liat atau lempung yang berasal dari areal persawahan subur maupun areal pegunungan. Bata merah dibuat dengan cara mencetak bahan dasar yaitu tanah liat dan dapat ditambahkan dengan bahan campuran dalam suatu cetakan kemudian dikeringkan dan dibakar. Berdasarkan paparan para tukang dan kontraktor-kontraktor di wilayah Srengat dan Ponggok bata merah Gunung Pegat merupakan bata merah yang berkwalitas sangat bagus. Sehingga perlu dibuktikan dalam penelitian kwalitasnya secara nyata. Penelitian ini bersifat eksperimen yang dimulai dari pengambilan sampel dari empat industri di sekitar Gunung Pegat kemudian dibawa ke Laboratorium Pengujian Bahan Teknik Sipil Universitas Negeri Malang untuk diuji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kwalitas bata merah Gunung Pegat sudah memenuhi standar yang berlaku yaitu SNI dan NI-10 atau belum. Pengujian kwalitas bata merah meliputi pengujian tampak luar dan ukuran pengujian penyerapan air pengujian tingkat kadar garam dan pengujian kuat tekan. (1) Hasil pengujian ketepatan ukuran ternyata ukuran bata merah Gunung Pegat tidak memenuhi syarat yang tercantum dalam SNI-15-2049-2000 modul M-6a. Dengan ukuran yang sejenis namun diperoleh hasil yang demikian disebabkan oleh tingkat penyusutan yang tinggi. Berdasarkan keterangan dari Bapak Gatot tingginya penyusutan dipengaruhi oleh tinggi rendahnya kerekatan pada tanah liat. Semakin tinggi daya rekat tanah liat maka semakin rendah tingkat penyusutan bata merah. Kwalitas tampak luar yang paling baik adalah bata merah dari industri bata merah Srengat diikuti industri bata merah Langon dan Bagelenan yang cukup baik kwalitasnya. Sedangkan industri bata merah Dadaplangu kwalitas tampak luarnya kurang baik. (2) Hasil pengujian sifat fisik arbsorbsi bata merah Gunung Pegat juga tidak memenuhi ketentuan SNI 15-2049-2000. Tingginya daya serap bata merah disebabkan banyaknya rongga-rongga pada permukaan dan bagian dalam bata merah. Karena air mengisi rongga-rongga pada bata merah tersebut. Selain itu tingginya penyerapan dapat dipengaruhi oleh faktor kepadatan.dan hasil pengujian sifat fisik kadar garam bata merah Gunung Pegat memenuhi ketentuan NI-10. Sehingga bata merah Gunung Pegat sangat aman digunakan karena semakin kecil prosentase kadar garam maka semakin minim pengeroposan pada permukaan bata merah. (3) Dari hasil pengujian sifat mekanik kuat tekan bata merah Gunung Pegat termasuk kelas 50 menurut ketetapan SNI 15-2049-2000. Tingkat tingginya kuat tekan juga dipengaruhi oleh adanya rongga-rongga yang berada pada permukaan dan bagian dalam bata merah. Semakin banyak dan besar jumlah rongga-rongga pada bata merah maka semakin kecil besar kuat tekan bata m