Skripsi
Pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains dan prestasi belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Batu pada materi koloid / Anindya Kristanti
Abstrak
Kata Kunci inkuiri terbimbing keterampilan proses sains prestasi belajar koloid Koloid merupakan salah satu materi yang dibelajarkan pada matapelajaran kimia di SMA. Konsep penting dalam materi koloid meliputi konsep sistem koloid pengelompokkan jenis koloid pembuatan koloid dan sifat-sifat koloid. Berdasarkan hasil observasi di SMA Negeri 1 Batu materi koloid dibelajarkan secara konvensional yaitu ceramah dan praktikum dengan metode verifikasi dimana guru terlebih dahulu menjelaskan konsep-konsep yang berhubungan dengan kegiatan praktikum sehingga praktikum hanya digunakan untuk membuktikan kebenaran suatu konsep yang sudah ada. Keadaan tersebut mengakibatkan keterampilan proses sains dan penguasaan konsep-konsep siswa cenderung lemah dan siswa menjadi pasif. Salah satu model pembelajaran konstruktivistik yang cocok untuk materi koloid adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Batu antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada materi koloid (2) mendeskripsikan keterampilan proses sains siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Batu yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi koloid. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental semu dan rancangan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Batu yang berjumlah empat kelas. Sampel penelitian ditentukan dari populasi yang dilakukan secara acak yaitu melalui undian (undian kelas) sehingga diperoleh dua kelas XI IPA yang mempunyai kemampuan awal sama. Dua kelas tersebut diambil secara acak dan diperoleh kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 1 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran dan tes prestasi belajar. Dari hasil uji coba tes prestasi belajar diperoleh 31 soal valid dengan tingkat reabilititas 0 872. Perbedaan prestasi kelas eksperimen dan kelas kontrol dianalisis dengan uji-t dua pihak pada taraf signifikansi a 0 05. Deskripsi kualitatif digunakan untuk memperoleh gambaran secara nyata tentang keterampilan proses sains siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan prestasi belajar yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional dimana prestasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan model inkuiri terbimbing lebih tinggi (86 5) daripada siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional (82 6) (2) penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa hal ini dapat dilihat dari rata-rata ketercapaian keterampilan proses sains siswa untuk setiap indikator yang semakin meningkat selama 3 kali pertemuan.