Tugas Akhir
Perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan pelat pada proyek pembangunan SD Budi Mulya Bangsa / Arrisa Putri Noviasari
Abstrak
Kata Kunci perencanaan pelaksanaan pelat Pelat adalah elemen bidang tipis yang menahan beban-beban transversal melalui aksi lentur kemasing-masing tumpuan. Pelat yang digunakan adalah pelat beton bertulang dengan menggunakan sistem pelat dua arah ataupun satu arah. Studi lapangan pelaksanaan pekaerjaan pelat dilakukan pada proyek SD Budi Mulya Bangsa Jalan Ade Irma Suryani Kota Malang. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada studi lapangan ini adalah (1) observasi lapangan (2) wawancara/ interview dan (3) dokumentasi. Setelah semua data terkumpul kemudian dianalisa dan selanjutnya dideskripsikan. Studi lapangan ini bertujuan untuk (1) Mengetahui perencanaan pekerjaan pelat di lapangan dan (2) mengetahui proses pelaksanaan pekerjaan pelat. Dari hasil perencanaan lapangan dan perhitungan penulis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil tulangan. Pada perencanaan di lapangan semua pelat menggunakan tulangan pokok 10 - 400 dengan tulangan bagi 6 - 200. Namun hasil perhitungan dari penulis untuk pelat tipe A dan B tulangan pokok untuk tumpuan dan lapangan baik arah X maupun Y didapat 10 - 350. Pada perencanaan pelat tipe C pada proyek menggunakan sistem pelat 2 arah. Ini berbeda dengan anggapan penulis bahwa pelat tipe C menggunakan sistem pelat 1 arah. Perebedaan yang besar didapat dari tipe D. Untuk tulangan arah X didapat hasil perhitungan 10 - 100 dan untuk arah Y didapat 10 - 150. Sedangkan tulangan bagi yang digunakan yaitu 6 - 150. Pelaksanaan pekerjaan pelat terdiri dari pekerjaan perancah dan bekisting pekerjaan penulangan pengecoran perawatan dan pembongkaran bekisting. Untuk proses pekerjaan pelat pada dasarnya sudah sesuai dengan teori yang ada. Namun terdapat kesalahan pada ukuran batas toleransi besi yang digunakan dan hasil pembuatan mix design beton. Berdasarkan studi ini disarankan bahwa dalam pelaksanaan pekerjaan pelat beton bertulang agar memperhatikan ketentuan dalam kajian teori yang ada semisal pada toleransi dimensi tulangan dan batas maksimum dan minimum dalam pengujian slump sehingga tidak terjadi kesalahan atau penyimpangan dalam pelaksanaan proyek yang pada akhirnya dapat mencapai kualitas beton yang baik.