Skripsi
Pengembangan e-module materi animasi flash pada mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) kelas XI R-SMA-BI Negeri 1 Batu / Evy Kamilah Ratnasari
Abstrak
Kata kunci Pengembangan E-Module Animasi Flash Perbedaan karakteristik setiap siswa dalam pembelajaran klasikal mengharuskan guru merancang pemanfaatan berbagai media dalam menyajikan materi. Saat ini media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran TIK belum mempresentasikan kemajuan tekonologi memberi pengalaman langsung dan interaktif serta bukan merupakan rancangan khusus sesuai dengan standar desain pembelajaran kurikulum. Materi Animasi Flash merupakan implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KTSP menuntut siswa aktif dalam proses pembelajaran yaitu diharuskan melakukan kegiatan belajar terstruktur dan mandiri. Oleh karena itu dikembangkan media pembelajaran electronic module (e-module) dengan tampilan menarik dan variatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran di dalam kelas maupun mandiri di luar kelas. Pengembangan e-module ini diharapkan dapat membantu dalam menciptakan pembelajaran yang mandiri menarik dan aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan e-module serta melihat perbandingan hasil tes siswa sebelum dan sesudah belajar menggunakan e-module. Penelitian ini menggunakan model pengembangan menurut Sadiman yang dimodifikasi pada tahap validasi. Modifikasi yang dilakukan yaitu sebelum validasi dilakukan implementasi naskah untuk mempermudah mendapatkan data. Model ini dipilih karena prosedural dan menitikberatkan pada masalah media pendidikan formal. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket untuk menilai media dan tes untuk mengetahui pemahaman siswa. Skor angket dihitung persentase dari skor jawaban setiap item dan dianalisis. Sedangkan hasil tes dihitung gain antara pre-test dan post-test. Subjek uji coba pada penelitian ini terdiri dari ahli media ahli materi dan calon pengguna (siswa). Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan media secara keseluruhan dikatakan layak dan tidak perlu revisi dengan persentase rata-rata sebesar 88 57%. Rata-rata tersebut diperoleh dari ahli materi sebesar 86 11% ahli media sebesar 97 45% dan siswa sebesar 82 15 %. Media e-module juga telah dapat meningkatkan pemahaman siswa. Hal ini dapat dilihat dari gain rata-rata hasil pre-test dan post-test siswa sebesar 0 63 dan dikategorikan sedang. Dengan hasil tersebut maka dapat ditarik beberapa kesimpulan dari penelitian ini yaitu (1) Media e-module telah dikembangkan dengan baik berdasarkan model pengembangan Sadiman dengan persentase validitas sebesar 88 57% (2) Media e-module telah layak digunakan sebagai media pembelajaran berdasarkan proses validasi dengan perolehan persentase sebesar 88 57% (3) Media e-module sesuai dengan gaya belajar siswa dan (4) Media e-module dapat membantu meningkatkan pemahaman siswa dengan rata-rata gain sebesar 0 63.