UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Peran unit pelayanan perempuan dan anak (PPA) Polres Malang kota dalam menangani kasus kekerasan dan eksploitasi terhadap anak di kota Malang / Nina Widyastuti

Widyastuti, Nina - Nama Orang;

Abstrak
Kata Kunci Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Kekerasan dan eksploitasi anak Kekerasan terhadap anak adalah tindakan melukai terhadap anak yang berakibat timbulnya penderitaan secara fisik seksual psikologis dan/atau penelantaran rumah tangga yang biasanya dilakukan oleh orang terdekat anak. Eksploitasi anak adalah pemanfaatan tenaga atau kemampuan seorang anak dengan atau tanpa persetujuan anak tersebut oleh pihak lain untuk mendapatkan keuntungan baik materiil maupun immateriil. Dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak Polri mendirikan unit khusus yang menangani perempuan dan anak baik sebagai korban saksi maupun tersangka yaitu unit Pelayanan Perempuan dan Anak. Namun keberadaan unit PPA belum dapat mengurangi jumlah kasus kekerasan terhadap anak. Adanya peningkatan jumlah kasus kekerasan terhadap anak di kota Malang mendorong peneliti untuk melihat bagaimana pelaksanaan tugas dan wewenang unit PPA dalam menangani kasus kekerasan dan eksploitasi terhadap anak. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan tugas dan wewenang unit PPA pelaksanaan tugas dan wewenang unit PPA kendala yang dihadapi dalam menangani kasus kekerasan dan eksploitasi terhadap anak serta upaya unit PPA mengatasi kendala dalam menangani kasus kekerasan dan eksploitasi terhadap anak di kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskrptif kualitatif. Data penelitian yang berupa paparan dari narasumber di unit PPA Polres Malang Kota. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara observasi dan telaah dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data kemudian penyajian data dan terakhir penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh empat kesimpulan sebagai berikut. Pertama unit Pelayanan Perempuan dan Anak yang mempunyai tugas pokok melayani dan melindungi perempuan dan anak baik sebagai pelaku korban atau saksi bertugas/berperan sebagai pelindung dan penyidik secara umum wewenangnya sama dengan penyidik Kedua Kanit PPA beserta anggota Polres Malang Kota dalam melaksanakan tugasnya melaksanakan prinsip koordinasi setiap tindakan yang dilaksanakan Kanit dengan dibantu anggota sesuai dengan peraturan yang ada. Prinsip integrasi dilaksanakan dalam pelaksanaan penyidikan dalam melaksanakan gelar perkara dimana gelar perkara yang diadakan dihadiri oleh penyidik- penyidik dari unit lain di bawah Sat Reskrim dan dihadiri oleh Kasat Reskrim dalam menangani kasus kekerasan bekerjasama dengan Polda dalam pelatihan pelayanan perempuan dan anak. Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya juga menerapkan prinsip sinkronisasi dimana tugas dilaksanakan sesuai dengan penjabaran dan pembagian tugas unit PPA. Ketiga Kendala yang di hadapi unit PPA dalam melaksanakan tugas yaitu tidak banyak korban yang melaporkan tindak pidana kekerasan dan eksploitasi terhadap anak laporan yang telah masuk dicabut. Kendala dalam melaksanakan penyidikan dan permintaan visum et repertum yaitu sulitnya mencari identitas dari tersangka anak jalanan laporan hasil visum dari rumah sakit yang lama kesulitan dalam mendapatkan keterangan dari korban yang masih berumur 5 (lima) tahun ke bawah korban kurang kooperatif. Kendala dalam pemberian konseling yaitu tidak tersedianya konselor khusus tidak tersedianya LBH atau rumah aman/shelter di lingkungan Polres Malang Kota. Keempat upaya yang dilakukan unit PPA untuk mengatasi kendala berkisar pada upaya yang bersifat pencegahan yaitu sosialisasi Undang-undang Perlindungan Anak menghimbau kepada masyarakat untuk melapor jika mengetahui adanya tindak pidana kekerasan terhadap anak mengirim anggota untuk mengikuti pelatihan pelayanan perempuan dan anak. Upaya mengatasi kendala dalam penyidikan yaitu bekerjasama dengan pihak rumah sakit untuk mempermudah proses visum bekerjasama dengan RT/RW untuk membantu memberikan surat keterangan bagi anak jalanan yang tidak punya identitas dan bekerjasama dengan perguruan tinggi di kota Malang yang mempunyai program studi psikologi untuk menyediakan konselor dan bekerjasama dengan LSM dalam menyediakan rumah aman bagi korban. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan bagi unit PPA Polres Malang mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa masyarakat tidak perlu merasa takut untuk melaporkan tindak pidana kekerasan anak kepada polisi karena polisi akan memberikan perlindungan bagi pelapor dan penegakan hukum bagi pelaku bekerjasama dengan pihak terkait seperti Woman Crisis Center untuk menyediakan ruang pelayanan khusus rumah aman dan tenaga konselor.


Informasi Detail
DDC
Rs 364.36 WID p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi PPKN, 2011.
Deskripsi Fisik
ix, 121 lembar : il., tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
03257/KI/11
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2011
Subjek
1. ANAK,KEKERASAN - LAYANAN POLISI
Pembimbing
1. KT. DIARA ASTAWA ; 2. NURUDDIN HADY
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik