UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Penerapan model bermain engklek untuk meningkatkan kemampuan gerak dasar tumpuan dalam pembelajaran lompat jangkit pada siswa kelas V-A SDN Sidoharjo 1 Kecamatan Lamongan / Cendika Bara Satyagraha

Satyagraha, Cendika Bara - Nama Orang;

Abstrak
Kata kunci Peningkatan Kemampuan Lompat Jangkit Model Bermain Engklek. Salah satu materi yang dipelajari pada pendidikan jasmani yaitu atletik. Atletik adalah cabang olahraga yang meliputi jalan lari lompat dan lempar. Salah satu materi atletik yang terdapat dalam standar kompetensi Sekolah Dasar kelas V adalah lompat jangkit. Lompat jangkit merupakan salah satu olahraga atletik nomor lompat dengan tiga tahap lompatan atau tumpuan yaitu hop-step-jump. Berdasarkan hasil observasi awal diperoleh hasil bahwa penguasaan keterampilan lompat jangkit siswa kelas V-A SDN Sidoharjo 1 Kecamatan Lamongan terdapat banyak kesalahan yaitu pada saat gerakan jingkat dan langkah. Dari permasalahan tersebut maka diperlukan suatu proses belajar mengajar yang sesuai dengan anak-anak sekolah dasar yaitu pembelajaran pendidikan jasmani melalui pendekatan bermain yaitu model bermain engklek. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pembelajaran lompat jangkit pada siswa kelas V-A SDN Sidoharjo 1 Kecamatan Lamongan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus di mana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu (1) perencanaan (2) pelaksanaan (3) observasi (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V-A SDN Sidoharjo 1 Kecamatan Lamongan. Hasil penelitian ini telah terbukti bahwa model bermain engklek mampu meningkatkan keterampilan siswa dari siklus ke siklus. Pada siklus I gerakan jingkat yang pada awalnya siswa mengalami kesalahan sebanyak 70% berkurang menjadi 30% pada siklus II berkurang menjadi 15%. Sedangkan pada gerakan langkah yang awalnya siswa mengalami kesalahan sebanyak 75% berkurang menjadi 25% pada siklus II berkurang menjadi 10%. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan penguasaan keterampilan lompat jangkit yaitu terlihat dari perbandingan antara hasil pada saat sebelum tindakan dan setelah dilakukan tindakan. Secara umum hasil tes pada siklus pertama mengalami peningkatan pada siklus kedua. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa aspek teknik jingkat dinyatakan tuntas karena sudah melewati batas keberhasilan tindakan dengan kategori baik yang memiliki rentang nilai yaitu 76-100%. Peneliti menyarankan kepada guru pendidikan jasmani hendaknya model permainan engklek disiapkan untuk siswa yang mengalami kesulitan mengikuti proses pembelajaran lompat jangkit pada kelas lain.


Informasi Detail
DDC
Rs 372.86044 SAT p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, 2011.
Deskripsi Fisik
ix, 185 lembar : il., tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
03357/KI/11
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2011
Subjek
1. LOMPAT JUNGKIT (PENDIDIKAN DASAR) - PEMBELAJARAN
2. ANAK - KEMAMPUAN GERAK

Pembimbing
1. MARDIANTO ; 2. MULYANI SURENDRA
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik