Skripsi
Penerapan metode mind mapping untuk meningkatkan keterampilan menulis narasi siswa kelas V SDN Purwantoro 02 Malang / Bayu Dwi Septiawan
Abstrak
Kata kunci Metode Mind Mapp Keterampilan Menulis Narasi. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan di kelas V SDN Purwantoro 02 Malang didapatkan fakta bahwa pembelajaran yang dilakukan guru terhadap kemampuan siswa dalam menulis karangan menunjukkan siswa mengalami kesulitan dalam penggunaan diksi ejaan dan tanda baca serta membangun kepaduan kata dengan kalimat sesuai dengan isi cerita. Nilai yang diperoleh pun secara klasikal rata-ratanya hanya mencapai 45 05. Sedangkan SKM yang ditentukan adalah 75 untuk ketuntasan kelas. Untuk itu agar dapat meningkatkan keterampilan menulis narasi siswa perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan metode Mind Mapp. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendiskripsikan penerapan metode Mind Mapping untuk meningkatkan keterampilan menulis narasi siswa. (2) mendiskripsikan peningkatan keterampilan menulis narasi siswa dengan penggunaan metode Mind Mapping. Penelitian ini menggunakan jenis PTK yang dilaksanakan dalam 2 siklus tiap siklus 2 pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Purwantoro 02 Malang. Dalam penelitian ini peneliti menjadi pengajar dan guru kelas sebagai observer. Jenis data yang hendak dikumpulkan adalah data proses pembelajaran dan hasil keterampilan menulis narasi siswa. Sumber datanya adalah siswa kelas V dan juga guru Bahasa Indonesia di kelas tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dokumentasi dan tes dengan instrument berupa lembar observasi kamera dan soal test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode Mind Mapp untuk pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V SDN Purwantoro 02 Malang dengan standar kompetensi Mengungkapkan pikiran perasaan informasi dan pengalaman secara tertulis dalam bentuk karangan surat undangan dan dialog tertulis dapat dilaksanakan dengan efektif. Keterampilan menulis narasi siswa meningkat dari 45 05 pada kegiatan pratindakan menjadi 55 16 pada siklus I dan menjadi 75 37 pada siklus II. Pada penilaian menulis narasi terdapat beberapa indikator yang dirasa perlu diperhatikan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya keberhasilan indikator yang rendah dibandingkan dengan indikator yang lain. Indikator tersebut adalah pemilihan kata serta penggunaan Ejaan dan tanda baca. Untuk indikator pemilihan kata dapat diselesaikan dengan menambahkan sumber bacaan kepada siswa pada waktu mengerjakan Lembar Kegiatan Siswa. Sedangkan indikator penggunaan ejaan dan tanda baca dapat diselesaikan dengan cara pembiasaan dan latihan yang berkelanjutan. Dari hasil penelitian ini guru seharusnya melakukan persiapan yang matang sebelum kegiatan belajar mengajar seperti lebih menyiapkan media ataupun bahan pembelajaran yang diperlukan untuk menunjang ketercapaian indikator sedangkan untuk pihak sekolah diharapkan kerjasamanya dalam menumbuhkan minat siswa untuk menulis dengan menyediakan fasilitas berupa buku bacaan anak dan tempat yang nyaman untuk membaca sehingga kosa kata siswa bertambah dengan harapan dapat menumbuhkan minat menulis siswa.