UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tesis

Penerapan model experiential learning sebagai strategi untuk meningkatkan kemampuan coping self-talk bago calon konselor / Irene Maya Simon

Simon, Irene Maya - Nama Orang;

Abstrak
Tesis Jurusan Bimbingan dan Konseling Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Marthen Pali M.Psi. (II) Dr. Triyono M.Pd. Kata kunci model experiential learning coping self-talk. Konseling merupakan psychological process yang dinamis dan mengandung pergerakan di antara dan di dalam pikiran-pikiran baik konselor maupun konseli. Dengan kata lain dalam setiap hubungan konseling paling sedikit terdapat tiga percakapan yang terjadi yaitu percakapan umum wicara-dalam-diri (self-talk) konselor dan wicara-dalam-diri (self-talk) konseli. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa self-talk memberikan pengaruh yang besar terhadap emosi dan perilaku seseorang. Oleh karena itu penting bagi seorang konselor untuk mampu mengendalikan self-talk (coping self-talk) sehingga dia mampu menyelenggarakan konseling terapeutik dengan baik. Melihat tuntutan kompetensi tersebut maka diperlukan suatu metode pembelajaran tertentu bagi para calon konselor (dalam hal ini adalah mahasiswa S1 jurusan bimbingan dan konseling) sehingga kemampuan coping self-talk calon konselor tersebut meningkat. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (action research) yang diterapkan pada 43 mahasiswa semester 4 (empat) program studi bimbingan dan konseling. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dimana pada siklus pertama dilaksanakan dalam 8 (delapan) pertemuan dan pada siklus kedua dilaksanakan dalam 5 (lima) pertemuan. Kegiatan refleksi dilakukan dengan cara diskusi antara peneliti dosen pembimbing mitra peneliti dan dosen pembina mata kuliah. Pada akhir kegiatan dilakukan focus group discussion (FGD) antara peneliti dan beberapa mahasiswa yang mewakili beberapa kelompok self-talk. Semua kegiatan dicatat dalam Jurnal Pengalaman Belajar (JPB) yang merekam aktivitas pikiran self-talk dan konsekuensi yang diperoleh dan dirasakan para mahasiswa selama proses tersebut. Berdasarkan data yang tercatat di dalam jurnal pengalaman belajar self-talk tersebut dikelompokkan menjadi dua bagian positif dan negatif kemudian dihitung persentase individu maupun kelompoknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-talk mahasiswa meningkat di akhir perkuliahan. Pada akhir siklus pertama self-talk positif mahasiswa sebesar 72% dan self-talk negatif sebesar 28%. Pada akhir siklus kedua self-talk positif mahasiswa meningkat menjadi 90% dan self-talk negatif mahasiswa menurun menjadi 10%. Hal ini berarti bahwa model experiential learning dapat digunakan sebagai suatu strategi dalam meningkatkan kemampuan coping self-talk para mahasiswa calon konselor. Berikut skenario experiential learning-nya (1) concrete experience dosen mengarahkan mahasiswa untuk mengalami proses pembelajaran dengan memperhatikan self-talk mereka (2) reflective observation dosen meminta mahasiswa untuk menuliskan pengalaman mereka dalam Jurnal Pengalaman Belajar (JPB) dan lalu mengumpulkannya (3) abstract conceptualization dosen memberikan balikan terhadap JPB para mahasiswa dengan memberikan tanda positif dan atau negatif terhadap pandangan mereka self-talk dan kemudian konsekuensi mereka sehingga mahasiswa dapat memiliki gambaran tentang pengalaman self-talk mereka. Dosen kemudian meminta mahasiswa untuk menuliskan dalam JPB tentang rencana-rencana mereka untuk dapat menggunakan self-talk positif (melakukan coping self-talk) pada pertemuan selanjutnya (4) active experimentation dosen mengarahkan mahasiswa untuk mencobakan rencana-rencana yang telah mereka tuliskan dalam JPB untuk menggunakan coping self-talk. Hasil penelitian ini merekomendasikan agar model ini dapat digunakan dalam proses pembelajaran para calon konselor terutama pada matakuliah dasar konseling dan matakuliah yang merupakan praktikum. Untuk dapat membantu meningkatkan coping self-talk mahasiswa perlu diberikan pemahaman mengenai makna dan pentingnya coping self-talk bagi mereka. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode classroom meeting yaitu suatu metode dimana para mahasiswa berkesempatan untuk sharing experience mengenai coping self-talk yang telah mereka alami.


Informasi Detail
DDC
Rt 155.9042 SIM p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Bimbingan dan Konseling, 2011.
Deskripsi Fisik
x, 91 lembar : il., tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
03425/KI/11
Edisi
Tesis (Pasca Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2011
Subjek
1. COPING SELF-TALK, KEMAMPUAN
Pembimbing
1. MARTHEN PALI ; 2. TRIYONO
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik