Skripsi
Studi fenomenografi: konsepsi siswa kelas X SMA Negeri 1 Tumpang tentang fenomena kimia dalam kehidupan sehari-hari / Erna Wulan Sari
Abstrak
Kata Kunci Konsepsi Fenomena Kimia Pendekatan Fenomenografi Konsep-konsep kimia mempunyai tingkat generalisasi dan keabstrakan yang tinggi. Proses belajar yang dilakukan siswa diharapkan menghubungkan konsep-konsep yang ada melalui proses belajarnya. Dengan demikian ketika mempelajari ilmu kimia siswa membangun model mental dan mencoba menggunakannya untuk memahami fenomena. Berdasarkan pengalaman peneliti guru kurang mengkaitkan fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dengan konsep kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsepsi siswa tentang fenomena (a) kelarutan gula di tempat yang berbeda (b) pematangan kentang berdasarkan ukuran (c) pematangan bubur yang berasal dari beras dan dari tepung beras (d) pencucian noda pada kain dengan jumlah detergen yang berbeda (e) pemberian daun pepaya untuk pelunakan daging. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptitf kualitatif dengan pendekatan fenomenografi. Peranan peneliti di lapangan adalah sebagai instrumen dibantu pedoman wawancara untuk melakukan wawancara mendalam. Sampel penelitian 30 siswa kelas X SMAN 1 Tumpang yang telah dipilih secara sampel purposif. Analisis data yang dilakukan adalah menstranskip hasil wawancara menganalisis konten dan mengkategorikannya. Pengujian keabsahan hasil penemuan dilakukan teknik pemeriksaan teman sejawat proses co-judging diperoleh reliabilitas tinggi (90%) dan chek re-chek juga diperoleh reliabilitas tinggi (97%). Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh konsepsi siswa sebagai berikut. Konsepsi siswa mengenai fenomena kelarutan gula pada air dingin dan air panas. (1) Kategori yang sudah bisa menjawab tiga aspek yaitu gerak partikel suhu dan pemutusan interaksi molekul (26 67%). (2) Kategori yang bisa menjawab dua aspek yaitu (a) karena pengaruh suhu dan pemutusan interaksi molekul (10%) b) karena pengaruh suhu dan gerakan partikel (26 67%). (3) Kategori yang hanya bisa menjawab satu aspek yaitu karena pengaruh suhu (36 67%). Konsepsi siswa mengenai fenomena pematangan kentang berdasarkan ukuran dan pematangan bubur berbahan dasar beras dan tepung beras. (a) Kategori pengaruh suhu dan ukuran (80%) (b) Kategori lain- lain karena pengaruh ukuran dan kemungkinan bersentuhan (20%). Konsepsi siswa mengenai fenomena pencucian noda kain dengan jumlah detergen yang berbeda- beda (a) kategori pengaruh jumlah zat aktif (36 67%) (b) kategori pengaruh banyaknya detergen (53 33%). (c) kategori lain karena pengaruh jumlah busa (6 67%). Konsepsi siswa mengenai fenomena kecepatan melunaknya daging dengan pemberian daun pepaya. (a) Kategori papain menyebabkan ikatan pada daging merenggang (30%). (b) Kategori papain menyebabkan daging menjadi lunak (70%). Implikasi hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan agar guru dapat mempersiapkan pembelajaran secara maksimal dan mengetahui miskonsepsi pada pembelajaran sebelumnya.