Skripsi
Studi tentang kerajinan kuningan di Central of Bronzes milik H. Istono / Basuki Rahmat
Abstrak
Kata Kunci Studi kasus Kerajinan Kuningan Central of Bronzes Kerajinan kuningan merupakan salah satu warisan peninggalan nenek moyang yang sudah turun temurun. Sejak jaman kerajaan Majapahit dulu kuningan banyak dipakai untuk bahan membuat alat-alat perlengkapan makan dalam kerajaan atau kaum bangsawan. Kerajinan kuningan di Central of Bronzes terbuat dari limbah kuningan yang diolah kembali menjadi barang baru yang lebih berguna dan bernilai seni tinggi. Dalam penciptaannya memperhatikan nilai fungsi serta kegunaan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari yang sifatnya kebutuhan individu dan kebutuhan social. Sampai saat ini kerajinan cor logam masih dipertahankan bahkan dikembangkan hingga menjadi wira usaha dan mata pencaharian penduduk setempat. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui beberapa hal tentang desain perkembangan desain dan pembuatan kerajinan kuningan di Central of Bronzes. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan kegiatan trianggulasi data. Tahap analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi reduksi data penyajian data dan menarik kesimpulan/ verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tiga kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama desain yang digunakan memiliki fungsi sebagai pelengkap estetik interior maupun benda pakai yang memiliki unsur hias di dalamnya. Bentuk desainnya mengambil dari bentuk-bentuk tiruan alam seperti hewan tumbuhan dan replika benda peninggalan zaman kerajaan maupun zaman purba. Kedua perkembangan desain kerajinan kuningan di Central of Bronzes dipengaruhi oleh minat dan permintaan dari konsumen serta perkembangan zaman. Pada awalnya yang hanya sebatas membuat pakaian kuda alat-alat dapur dan klintingan kini menjadi benda hias interior yang juga lebih fungsional dan estetik. Selain itu pengrajin sekarang menerima pesanan desain yang dibuat konsumen sendiri. Ketiga proses pembuatan masih menggunakan teknik manual yang mengandalkan tenaga manusia. Mulai dari tahap pembuatan cetakan hingga finishing semuanya dikerjakan secara manual. Disarankan dari hasil penelitian ini agar pengrajin terus menggali ide-ide baru untuk menciptakan desain baru. penelitian ini perlu diadakan tindak lanjut lagi dalam penelitian yang serupa tetapi pada sasaran yang berbeda.