Skripsi
Classroom interaction in the teaching of speaking to eleventh graders at SMAN 2 Pare / Nani Trisnawati
Abstrak
Kata kunci Interaksi Kelas FLINT system pola interaksi kelas. Interaksi merupakan aspek yang penting untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi siswa sebagai tujuan pembelajaran dalam proses pembelajaran bahasa. Komunikasi itu sendiri sangat bergantung pada interaksi dimana segala sesuatu yang terjadi di kelas melalui proses interaksi untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi siswa. Siswa akan dianggap terampil jika mereka mampu berkomunikasi secara lesan yang dikembangkan melalui kegiatan speaking. Oleh karenanya penelitian terhadap interaksi kelas di pengajaran speaking sangat patut untuk diselenggarakan. Penelitian ini menganalis interaksi kelas dalam pengajaran speaking untuk kelas sebelas di SMAN 2 Pare. Secara rinci penelitian ini bertujuan untuk menjawab tiga pokok pembahasan yaitu (1) Kategori dari ungkapan yang digunakan guru (teacher talk) (2) Kategori partisipasi lesan siswa (student talk) (3) dan pola-pola interaksi dalam pembelajaran speaking. Kategori untuk teacher talk dan student talk berdasarkan model FLINT yang dikemukakan oleh Flanders and Mozkowitz yang telah dikutip oleh Brown (2001 165) yang mencakup masing masing tujuh kategori dari teacher talk dan student talk. Sedangkan pola interaksi menerapkan model dari Thomas (in Mingzhi 2005 59) yang mencakup tujuh pola interaksi. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif kulitatif dan tempat penelitian ini di SMA Negeri 2 Pare. Subjek penelitian ini adalah guru yang mengajar speaking di kelas XI IA 2 dan siswa di kelas XI IA 2. Data didapat dari observasi selama enam kali pertemuan dalam kelas tersebut. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah catatan lapangan lembar observasi kuesioner dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek menerapkan semua kategori teacher talk dan student talk yang termuat dalam model FLINT. Selain itu pola interaksi di dalam kelas di dominasi oleh interaksi antara guru dan seluruh siswa di kelas. Namun inisiasi siswa untuk berinteraksi dengan guru tidak ditemukan dalam penelitian ini. Sehubungan dengan interaksi kelas guru trampil untuk mengelola suasana kelas menjadi menyenangkan dengan menerapkan kategori Praise and Encouragement. Dan kategori Student Response Specific mendominasi interaksi siswa karena hampir semua pertanyaan guru membutuhkan jawaban yang sifatnya pasti dan dalam kalimat yang sederhana. Selain itu pola interaksi yang mendominasi kelas adalah interaksi antara guru dengan seluruh siswa. Sedangkan pola interaksi yang lain seperti interaksi antara guru dengan salah seorang siswa atau guru dengan siswa dalam kelompok terjadi saat guru memberi masukan terhadap penampilan siswa. Interaksi antara siswa dengan siswa lain dalam kelompok terjadi saat siswa melaksanakan penampilan drama. Kemudian untuk interaksi antara seorang siswa dengan seluruh kelas terjadi saat siswa melakukan kegiatan kelas untuk menceritakan kembali sebuah cerita dan saat mereka tampil dalam drama. Singkatnya subjek penelitian menerapkan semua kategori untuk teacher talk dan student talk yang diusulkan oleh Flanders dan Mozkowitz. Serta menerapkan hampir semua kategori untuk pola interaksi yang diusulkan oleh Thomas. Berdasarkan hasil penelitian peniliti menyarankan kepada guru untuk menerapkan kategori praise and encouragement untuk meningkatkan kategori student response open ended supaya waktu yang diberikan siswa untuk berbicara lebih banyak. Selain itu guru disarankan supaya memberikan waktu kepada siswa untuk mengawali interaksi pada awal pemberian materi agar pola interaksi tidak didominasi oleh interaksi antara guru dan kelas. Dengan demikian interaksi kelas akan lebih efektif untuk meningkatkan kemampaun komunikatif siswa