Skripsi
Pengembangan media cakram dari bahan kayu bekas dengan lapisan aluminium untuk pembelajaran lempar cakram kelas VII SMP Negeri 4 Kraksaan Kabupaten Probolinggo / Adhitya Yudha Putra
Abstrak
Kata kunci Pengembangan Pembelajaran Lempar cakram Cakram kayu Di dalam dunia pendidikan pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan satu mata pelajaran yang harus dimasukan dalam kurikulum di semua jenis dari jenjang pendidikan mulai dari Taman Kanank-kanak (TK) Sekolah Dasar (SD) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Sekolah Menengah Atas (SMA) sampai dengan Perguruan Tinggi (PT). Aktifitas jasmani dalam pendidikan jasmani telah mendapat sentuhan didaktik-metodik sehingga dapat di arahkan pada usaha pencapaian tujuan pembelajaran yaitu mengembangkan organik neuromoskuler intelektual dan emosional. Salah satu kendala dalam mengembangkan tujuan pembelajaran adalah rendahnya rasa partisipasi pembelajaran siswa khususnya kualitas hasil belajar. Oleh sebab itu perlu adanya upaya-upaya guna meningkatkan minat dan motivasi pada siswa dalam aktifitas proses pembelajaran yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas hasil belajar. Salah satu upaya yang dilakukan adalah merancang pembelajaran secara sistematis dengan cara memberdayakan teknologi pembelajaran dan media pembelajaran di kelas. Dengan demikian perlu adanya komitmen tinggi bagi para guru yang lebih menekankan pada pemberdayaan teknologi pembelajaran dan media pembelajaran di kelas. Salah satu yang kurang diperhatikan dalam pengembangan pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan kesehatan adalah pelajaran atletik. Banyak berbagai cabang atletik diantaranya adalah jalan lari lompat lempar. Dalam nomor lempar juga terdapat banyak cabang diantaranya adalah tolak peluru lempar lembing lontar martil dan lempar cakram. Dari keempat golangan diatas yang akan dibahas lebih lanjut adalah lempar cakram. Untuk mendukung keberhasilan tujuan pembelajaran lempar cakram di sekolah tentunya diperlukan adanya sarana dan prasarana yang memadai hal ini yang menjadi salah satu faktor menghambat proses pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan lempar cakram di sekolah. Dari hasil observasi dan wawancara terhadap guru pendidikan jasmani SMP Negeri 4 Kraksaan pada saat pembelajaran lempar cakram cakram yang digunakan adalah cakram yang standart berkaitan dengan jumlah media cakram yang tidak memungkinkan dan dirasakan media cakram terlalu berat yang digunakan dalam proses pembelajran lempar cakram. Hal inilah yang menghambat keberlangsungan pembelajaran dan rendahnya rasa partisispasi siswa dalam pembelajaran lempar cakram. Dari hasil angket siswa yang berkaitan dengan pembelajran lempar cakram di SMP 4 Negeri Kraksaan terdapat banyak keluhan diantaranya adalah (1) 80% siswa merasa tidak senang dengan pembelajaran lempar cakram dan 20% siswa merasa menyenangkan dengan