Skripsi
Profil pola asuh dan pendidikan anak TKI-TKW di Dusun Ngrobyong Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar / Yuwanita Ariyanti
Abstrak
Kata Kunci pola asuh pendidikan anak TKI-TKW Pola asuh merupakan usaha orang tua dalam membina anak dan membimbing anak baik jiwa maupun raganya sejak lahir sampai dewasa. Pola asuh yang diterapkan pada anak tidak hanya diterapkan oleh orang tua kandung melainkan juga diterapkan oleh orang tua wali terutama terhadap anak-anak yang ditinggalkan oleh orang tua mereka ke luar negeri sebagai TKW maupun sebagai TKI. Sejauh ini belum terlalu banyak fakta yang diungkap tentang pola asuh dan pendidikan anak TKI-TKW sehingga perlu adanya pembahasan yang menggambarkan tentang profil pola asuh anak TKI-TKW.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan pola asuh dan pendidikan anak TKI-TKW di Dusun Ngrobyong Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang dipaparkan secara deskriptif. Data yang dilaporkan berupa paparan yang diperoleh melalui teknik pengumpulan data yang meliputi wawancara observasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa pedoman wawancara maupun peneliti sendiri. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data. Analisis data dimulai dari reduksi data kategorisasi penyajian data (display) kemudian diakhiri dengan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa pola asuh yang diterapkan orang tua wali anak TKI-TKW tidak bersifat mutlak menggunakan pola asuh otoriter demokratis maupun permisif. Pada dasarnya pola asuh tersebut lebih bersifat campuran dengan dominasi indikator pola asuh tertentu. Hal ini ditinjau dari perlakuan wali terhadap anak meliputi pengelolaan keuangan pemenuhan pendidikan dan pemenuhan hak anak dalam berkomunikasi dengan orang tua. Faktor yang mempengaruhi pola asuh orang tua meliputi pengalaman orang tua dalam memperlakukan anak sebagai bagian dari masyarakat. Dalam pelaksanaannya pola asuh tersebut melibatkan orang-orang terdekat maupun masyarakat sekitar tempat tinggal. Orang tua wali cenderung lebih banyak berkolaborasi dengan tetangga dekat dibandingkan dengan orang tua di luar negeri akibat dari keterbatasan komunikasi yang dapat dilakukan mengingat jarak dan waktu yang tidak mendukung. Sehingga sebagian anak TKI-TKW cenderung lebih dekat dengan orang tua wali maupun dengan salah satu dari orang tua mereka.