Skripsi
Pengaruh harga saham, volume perdagangan, dan risk of return terhadap bid-ask spread sebelum dan sesudah stock split (studi empiris pada perusahaan yang listing di BEI tahun 2006-2009) / Yuli Dwi Jayanti
Abstrak
Kata Kunci Harga Saham Volume Perdagangan Risk of Return Bid Ask Spread Pelaksanaan stock split oleh emiten akan direspon para partisipan pasar sebagai informasi dalam melakukan transaksi di lantai bursa. Corporate action tersebut akan mempengaruhi tingkat likuiditas saham. Salah satunya ditunjukkan dengan nilai bid ask spread saham. Bid ask spread merupakan selisih antara ask price terendah dengan bid price tertinggi suatu saham. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh harga saham volume perdagangan dan risk of return terhadap bid ask spread di sekitar pengumuman stock split dan untuk mengetahui pengaruh stock split terhadap bid ask spread. Populasi penelitian ini sebanyak 32 perusahaan yang melakukan pemecahan saham dan terdaftar di BEI tahun 2006-2009. Metode penentuan sampel dengan menggunakan purposive sampling menghasilkan sampel sebanyak 24 perusahaan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS for Windows 17 0. Analisis linier berganda dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui pengaruh harga saham volume perdagangan dan risk of return terhadap bid ask spread. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa tidak ada pengaruh signifikan rata-rata harga saham terhadap bid ask spread sebelum dan sesudah stock split. Volume perdagangan sebelum stock split tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap bid ask spread dan berpengaruh signifikan terhadap bid ask spread sesudah stock split. Variabel risk of return tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap bid ask spread sebelum dan sesudah stock split. Saran yang dapat diberikan penulis bagi para investor dengan adanya informasi pengumuman stock split dapat dijadikan pertimbangan dalam melakukan pengambilan keputusan mengenai investasi mana yang paling menguntungkan secara cepat dan akurat sehingga kepentingannya dapat tercapai. Bagi emiten yang akan melakukan stock split harus berupaya memberikan sinyal yang positif kepada investor mengenai tujuan pelaksanaan stock split. Hal ini dimaksudkan agar investor terkesan bahwa dengan stock split akan menghasilkan return yang positif sehingga penurunan harga saham setelah stock split tidak berlangsung lama. Bagi penelitian selanjutnya disarankan agar melakukan penelitian lebih lanjut dengan menambahkan variabel independen lain jumlah sampel dan memperpanjang periode pengamatan agar hasil yang didapatkan lebih baik dan akurat.