UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Analisis model matematika transmisi demam berdarah dengan diagnosa klinis / Qumil Laila

Laila, Qumil - Nama Orang;

Abstrak
Kata kunci demam berdarah diagnosa klinis Basic Reproduction Ratio. Matematika adalah bidang ilmu pengetahuan yang sering digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam kehidupan. Baik permasalahan yang memang berhubungan langsung dengan bidang matematika seperti perhitungan maupun permasalahan di luar bidang matematika. Salah satu cabang ilmu matematika yang bermanfaat untuk menyelesaikan permasalahan di luar bidang matematika tersebut adalah Pemodelan Matematika. Sebagian besar permasalahan dalam kehidupan dapat diformulasikan ke dalam model matematika. Salah satunya adalah mengenai demam berdarah yang merupakan penyakit yang sering menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) setiap tahunnya dan sampai saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkannya. Melalui dignosa klinis penderita demam berdarah dibedakan menjadi tiga yaitu manusia yang terinfeksi dengan diagnosa klinis Dengue Fever (DF) terinfeksi Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) dan terinfeksi Dengue Shock Syndrome (DSS). Setelah ditambah dengan manusia suspectible dan recovered populasi manusia total terdiri dari lima kelompok. Sedangkan populasi vektor nyamuk total terdiri dua kelompok yaitu vektor suspectible dan vektor terinfeksi. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa model matematika yang dihasilkan mempunyai dua titik kesetimbangan yaitu titik kesetimbangan bebas penyakit dan titik kesetimbangan endemik. Kestabilan titik kesetimbangan bebas penyakit 61480 61481 0 0 0 0 11 61501 E akan menjadi stabil asimtotik jika R0 1 dan tidak stabil jika R 0 0 61480 61481 61482 61482 61482 61482 61482 61501 VDSSDHFDFHIIIISE 2 akan stabil jika R0 1. Parameter R0 dalam kajian epidemiologi dikenal sebagai parameter Basic Reproduction Ratio. R0 ini menyatakan banyaknya kasus infeksi kedua terhadap banyaknya kasus infeksi pertama (awal) dalam populasi bebas penyakit dan tertutup. Perilaku di sekitar titik kesetimbangan bebas penyakit 1 E dengan nilai R0 0 000473 memenuhi kondisi bahwa selesaian akan secara asimtotis menuju ke titik kesetimbangan 61480 1 0 0 0 0 61481 1 E 61501 . Artinya pada kondisi cukup lama 61480 61481 61605 61614 t manusia suspectible akan kembali pada kondisi awal 1 tidak ada manusia yang terinfeksi dengan DF DHF maupun DSS dan tidak ada vektor nyamuk yang terinfeksi. Sedangkan perilaku di sekitar titik kesetimbangan endemik 2 E dengan nilai R0 1 26 memenuhi kondisi bahwa selesaian akan secara asimtotis menuju ke titik kesetimbangan 61480 61481 61482 61482 61482 61482 61482 61501 VDSSDHFDFHIIIISE 2 . Artinya akan selalu ada penyakit dalam populasi. 1. Sedangkan titik kesetimbangan endemik


Informasi Detail
DDC
Rs 511.8 LAI a
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Matematika, 2011.
Deskripsi Fisik
viii, 46 + [9] lembar : il., tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
03762/KI/11
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2011
Subjek
1. MATEMATIKA, ANALISIS
Pembimbing
1. TOTO NUSANTARA ; 2. RUSTANTO RAHARDI
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik