Skripsi
Analisis kesulitan siswa kelas X dalam memahami komponen dan langkah-langkah stoikiometri di SMA Negeri 1 Singosari / Febryanti Eka Andriyani
Abstrak
Kata Kunci Analisis Kesulitan Siswa Komponen Stoikiometri Langkah-langkah Stoikiometri. Kurikulum yang digunakan di SMA Negeri 1 Singosari untuk pembelajaran stoikiometri adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang menekankan penggunaan pembelajaran konstruktivistik. Pada proses belajar pada pembelajaran konstruktivistik siswa lebih ditekankan pada pembelajaran pembelajaran bermakna (meaningfull learning) yang berasumsi bahwa siswa memahami konsep dengan baik khususnya stoikiometri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) persentase siswa kelas X SMA Negeri 1 Singosari yang mengalami kesulitan dalam memahami materi stoikiometri untuk masing-masing komponen (2) kesalahan yang dibuat oleh siswa dalam memahami komponen stoikiometri (3) komponen stoikiometri yang memberikan kesulitan paling tinggi dan paling rendah (4) persentase siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami langkah-langkah stoikiometri dengan pertolongan maupun tanpa pertolongan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan 36 siswa SMA Negeri 1 Singosari dari kelas X-5 X-6 dan X-7 sebagai sampel yang diambil dengan cara teknik sampling random kelompok (classter random sampling). Pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil secara acak masing-masing 12 siswa tiap kelas sehingga diperoleh 36 siswa. Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah soal tes dalam bentuk tes 16 butir soal pilihan ganda dan 7 butir soal essai. Analisis data penelitian dilakukan dengan analisis deskriptif yakni dengan mendeskripsikan kesulitan yang dialami siswa terhadap materi stoikiometri pada masing-masing komponen serta langkah-langkahnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Tingkat kesulitan siswa kelas X SMA Negeri 1 Singosari dalam memahami komponen stoikiometri tergolong cukup besar dengan rincian pada komponen hubungan mol dengan jumlah partikel dan massa tergolong kecil yang mengalami kesulitan komponen persamaan reaksi perbandingan mol sebagai faktor konversi hubungan mol dengan volume pereaksi pembatas dan rumus molekul tergolong cukup besar mengalami kesulitan dan komponen rumus empiris yang tergolong yang mengalami kesulitan sangat besar. (2) Kesalahan yang dibuat oleh siswa dalam memahami komponen stoikiometri adalah belum dapat menerjemahkan bahasa soal dalam bahasa simbol kimia memahami mengenai perbandingan mol saat sebelum bereaksi dan sesudah bereaksi tidak dapat menghitung perbandingan mol yang bereaksi tidak dapat menentukan jumlah mol produk tidak memahami hubungan jumlah mol dengan volume molar pada suatu gas ideal belum menguasai konsep dasar ciri-ciri dari pereaksi pembatas dan konsep mol tidak dapat menghitung mol atom-atom unsur penyusun zat dan Mr suatu senyawa dan tidak dapat menghitung komposisi massa dalam senyawa dan Mr senyawa secara tepat . (3) Komponen stoikiometri yang memberikan kesulitan paling tinggi adalah komponen menentukan rumus empiris (80 7%) sedangkan kesulitan paling rendah adalah komponen hubungan mol dengan massa (32 0%). (4) Tingkat kesulitan siswa kelas X SMA Negeri 1 Singosari dalam memahami langkah-langkah stoikiometri cukup besar dengan rincian langkah-langkah stoikiometri dengan pertolongan terbesar adalah pada langkah persamaan reaksi dan pereaksi pembatas (72 2%) sedangkan pada langkah-langkah stoikiometri tanpa pertolongan kesulitan terbesar terletak pada langkah pereaksi pembatas (71 2%).