Skripsi
Penerapan ice breaking pada pelatihan manajemen pemerintahan kelurahan di Balai Besar Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Malang / Agil Ardiansyah
Abstrak
Kata Kunci Ice Breaking Prestasi Belajar Motivasi Belajar Pelatihan merupakan salah satu program dari pendidikan luar sekolah (PLS). Keberhasilan pelatihan memerlukan penggunaan metode pelatihan dan prinsip-prinsip pembelajaran yang sesuai dengan jenis pelatihan. Salah satu metode pelatihan adalah dengan menggunakan ice breaking. Teknik permainan (ice breaking) sangat cocok digunakan dalam pembelajaran pada suatu pelatihan karena kebanyakan warga belajar/peserta pelatihan merupakan orang dewasa. Orang dewasa dalam belajar cenderung cepat bosan dan lelah saat proses pembelajaran berlangsung. Dengan pemakaian teknik permainan dalam pembelajaran dapat mengubah suasana yang membosankan menjadi lebih menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan ice breaking dan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan penggunaan ice breaking terhadap prestasi belajar peserta pelatihan pada pelatihan manajemen pemerintahan kelurahan di BBPMD Malang. Rancangan yang dipakai dalam penelitian ini dengan menggunakan penelitian eksperimen dan rancangan kulaitatif deskriptif. Rancangan eksperimen yaitu rancangan penelitian yang digunakan untuk mencari ada tidaknya pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Rancangan eksperimen dalam penelitian ini menggunakan quasi eksperimental design dengan bentuk nonequivalent kontrol group design. Desain ini mempunyai kelompok kontrol tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan ekperimen. Sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan seluruh populasi yang berjumlah 60 peserta pelatihan manajemen pemerintahan kelurahan. Dalam pelatihan manajemen pemerintahan kelurahan terdapat dua kelas yaitu kelas C dan kelas D. Kelas C berjumlah 30 peserta dan kelas D juga berjumlah 30 peserta. Dalam penelitian ini menggunakan kelas C sebagai kelompok eksperimen yang diberi perlakuan ice breaking sedangkan kelas D dijadikan sebagai kelompok kontrol tanpa diberi perlakuan ice breaking. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan test yang berupa pre-test dan post-test. Teknik analisis data yang digunakan ialah t-test dengan separated varian. Hasil dari penelitian ini tentang penerapan ice breaking bahwa peserta pelatihan tidak mengalami perubahan dalam suasana belajar dan kurang termotivasi dalam belajar. Kondisi tersebut dikarenakan kurang tepatnya jenis waktu dan cara penerapan ice breaking sehingga peserta pelatihan kurang termotivasi dalam belajar. Hasil analisis juga menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan ice breaking terhadap prestasi belajar peserta pelatihan pada pelatihan manajemen pemerintahan kelurahan di BBPMD Malang. Tidak adanya pengaruh penggunaan ice breaking terhadap prestasi belajar peserta pelatihan mungkin disebabkan oleh faktor lain dikarenakan penggunaan ice breaking dalam pembelajaran yang kurang tepat. Prestasi belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor baik faktor yang berasal dari dalam diri seseorang maupun yang berasal dari luar diri seseorang. faktor lingkungan bahan belajar faktor instrumental dan kondisi individu mempengaruhi kondisi belajar peserta dalam proses pembelajaran. Selain itu penggunaan ice breaking yang baik jenis dan waktu penerapannya juga mempengaruhi kondisi belajar peserta dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar (1) Balai Besar Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Malang dalam proses pembelajaran hendaknya fasilitator mengembangkan ice breaking yang sesuai dengan kondisi peserta pelatihan dan lebih memperhatikan faktor lain selain menggunakan ice breaking dalam memotivasi peserta pelatihan seperti faktor lingkungan (sosial) kondisi individu sarana dan prasarana serta kecerdasan sehingga nantinya akan berpengaruh terhadap pencapaian prestasi belajar peserta pelatihan yang lebih baik (2) bagi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah agar mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah menerapkan ice breaking harus tepat jenis dan waktunya saat proses pembelajaran pada pelatihan sehingga fungsi dan kegunaan ice breaking pada pelatihan berjalan dengan baik. dan (3) bagi peneliti lanjutan diharapkan hasil penelitian ini dapat dilakukan penelitian lebih lanjut dan hendaknya dilakukan dengan melihat faktor lain selain penggunaan ice breaking dan menerapkan ice breaking mengikuti syarat ketentuan jenis dan waktu penggunaan yang benar sehingga sehingga dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan hasilnya memberikan masukan terhadap penggunaan ice breaking pada pelatihan.