Skripsi
Perancangan program feature tentang waria berupa profil Viru Devana yang berjudul \"Aku Yang Sebenarnya\" / Reny Suci Agusvitasari
Abstrak
Kata Kunci feature waria. Waria adalah transgender laki-laki yang berpenampilan dan berperilaku seperti perempuan. Keberadaan waria selalu dikaitkan dengan prostitusi dianggap tidak normal dan dikucilkan dalam masyarakat. Beberapa penelitian telah dilakukan namun program feature yang membahas tentang proses dan latar belakan seseorang sehingga menjadi waria belum ada sehingga diperlukan sebuah perancangan program feature yang mengangkat topik tersebut. Perancangan dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan media utama berupa program feature berdurasi 15 menit dan media pendukung. Perancangan program feature berjudul Aku Yang Sebenarnya menggunakan model prosedural yang merupakan model yang bersifat deskriptif dengan menggariskan langkah-langkah yang harus ditempuh. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi wawancara dan dokumentasi. Metode observasi yang digunakan adalah gabungan dari metode observasi tak terstruktur dan metode observasi pastisipatif pasif. Proses analisis data dilakukan dengan metode reduksi dan pengelompokan data. Dari proses tersebut Viru Devana dipilih sebagai narasumber utama dan topik program feature tersebut adalah kehidupan Viru Devana sebagai seorang waria mulai dari masa kecill hingga sekarang. Dari proses perancangan media utama dilakukan melalui proses pra produksi produksi dan pasca produksi sehingga didapatkan media utama berupa program feature. Media pendukung bertema pelangi dan diberi simbol transgender karena kedua unsur tersebut adalah ciri khas transgender yang telah digunakan di berbagai belahan dunia. Media tersebut dibuat melalui proses desain yaitu thumbnail rough layout dan comprehensive layout sehingga didapatkan media pendukung berupa poster X banner dan merchandise berupa T-shirt pin dan mug. Berdasarkan perancangan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa program feature tentang waria berupa profil Viru Devana adalah salah satu bentuk penyelesaian masalah yang diperlukan untuk menjembatani kesenjangan antara waria dengan lingkungannya. Waria harus dapat memahami pandangan masyarakat yang tidak setuju dengan beberapa perilaku mereka demikian juga dengan lingkungan masyarakat yang hendaknya bisa lebih toleran dan tidak melakukan kekerasan terhadap waria.