Skripsi
Pengaruh penerapan model pembelajaran learning cycle 5E terhadap hasil belajar siswa kels XI IPA SMA Negeri 4 Malang pada materi pokok hidrolisis garam / Nikmatur Rohmah
Abstrak
Kata Kunci Model pembelajaran Learning Cycle 5E Hasil Belajar. Pembelajaran kimia di SMA Negeri 4 Malang umumnya masih menggunakan pembelajaran konvensional sehingga dalam proses pembelajarannya guru berperan sebagai pusat pembelajaran. Standar Ketuntasan Mininmal (SKM) di SMA Negeri 4 Malang pada mata pelajaran kimia adalah76. Berdasarkan SKM tersebut dapat diketahui bahwa persentase ketuntasan siswa yang memenuhi SKM adalah kurang dari 70% dan yang berada di bawah SKM lebih dari 30%. Oleh karena itu untuk meningkatkan persentase ketuntasan siswa yang memenuhi SKM diperlukan inovasi dan kreativitas guru dalam memilih dan menerapkan model pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model pembelajaran Learning Cycle 5E (LC 5E). Pemilihan model pembelajaran ini didasarkan pada kesesuaian model pembelajaran LC 5E dengan karakteristik materi hidrolisis garam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran LC 5E dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan metode konvensional pada materi hidrolisis garam. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental semu (quasy experimental design). Populasi penelitian adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 4 Malang tahun pelajaran 2010/2011 yang terdiri dari 5 kelas mulai dari XI IPA 1 sampai XI IPA 5 dengan rata-rata tiap kelas terdiri dari 33 siswa. Penentuan kelas sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan secara acak sehingga diperoleh kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 4 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen pembelajarannya menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E dan kelas kontrol menggunakan metode konvensional. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen pembelajaran (silabus RPP) dan instrumen pengukuran (tes hasil belajar dan lembar observasi). Analisis data hasil penelitian dilakukan dengan analisis deskriptif dan analisis statistik kuantitatif berupa uji hipotesis (uji t) dengan signifikansi 945 0 05. Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS 16 for Window. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E lebih tinggi daripada siswa yang pembelajarannya menggunakan metode konvensional. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata dan persentase ketuntasan kelas ekperimen lebih tinggi dibanding dengan kelas kontrol yaitu 84 61 dan 75 75 untuk kelas eksperimen dan 75 88 dan 60 60 untuk kelas kontrol.